Jakarta: Menteri BUMN Erick Thohir berkomitmen untuk menyukseskan perayaan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai Ketua Dewan Pengarah Panitia Harlah ke-100 NU, ia mendampingi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
"Mengawali tahun 2023 dengan baik. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama diterima Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta," terang Erick Thohir di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Januari 2023.
Ia menjelaskan kehadiran PBNU di Istana Merdeka adalah salah satu upaya untuk menyukseskan berbagai program perayaan Satu Abad NU. Menurut dia, untuk menyukseskan acara tersebut diperlukan keberpihakan berbagai pihak termasuk pemerintahan negara.
Dalam kesempatan ini Erick Thohir mendampingi Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU KH Saifullah Yusuf, Ketum GP Ansor NU KH Yaqut Cholil Qoumas dan Waketum PBNU Nusron Wahid.
"Dalam momen silaturahmi ini, kami sekaligus memaparkan program perayaan SATU ABAD NU kepada Bapak Presiden," terang Erick.
Apalagi NU telah berkontribusi positif dalam 100 tahun terakhir sejak awal berdiri. Kontribusi ini termasuk menjaga keutuhan NKRI di tengah kemajemukan bangsa Indonesia.
"Kami berharap, NU terus dapat memberikan kontribusi positif dalam 100 tahun, 200 tahun dan seterusnya bagi bangsa ini,” pungkas Erick Thohir.
Erick yang juga Anggota Kehormatan Banser menyatakan komitmennya untuk terus mengawal NU agar terus berkontribusi positif. Sementara itu, sebagai Ketua Dewan Pengarah Panitia Harlah 100 Tahun NU, Erick Thohir menggelar sembilan program Harlah Satu Abad NU.
Sembilan program tersebut meliputi NU Tech, NU Women, Festival Tradisi Islam Nusantara, Anugerah Tokoh NU, Pekan Olahraga NU, Religion of Twenty/(R-20), Launching Gerakan Kemandirian NU, Muktamar Fiqih Peradaban, dan Resepsi Satu Abad NU.
Di antara Sembilan program tersebut sudah ada beberapa yang telah diselenggarakan. Salah satunya adalah R-20 yang diselenggarakan bersamaan dengan Presidensi G-20 Indonesia pada 2022.
Jakarta: Menteri BUMN Erick Thohir berkomitmen untuk menyukseskan perayaan Harlah ke-100
Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai Ketua Dewan Pengarah Panitia Harlah ke-100 NU, ia mendampingi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (
PBNU) untuk bertemu Presiden
Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
"Mengawali tahun 2023 dengan baik. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama diterima Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta," terang Erick Thohir di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Januari 2023.
Ia menjelaskan kehadiran PBNU di Istana Merdeka adalah salah satu upaya untuk menyukseskan berbagai program perayaan Satu Abad NU. Menurut dia, untuk menyukseskan acara tersebut diperlukan keberpihakan berbagai pihak termasuk pemerintahan negara.
Dalam kesempatan ini Erick Thohir mendampingi Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU KH Saifullah Yusuf, Ketum GP Ansor NU KH Yaqut Cholil Qoumas dan Waketum PBNU Nusron Wahid.
"Dalam momen silaturahmi ini, kami sekaligus memaparkan program perayaan SATU ABAD NU kepada Bapak Presiden," terang Erick.
Apalagi NU telah berkontribusi positif dalam 100 tahun terakhir sejak awal berdiri. Kontribusi ini termasuk menjaga keutuhan NKRI di tengah kemajemukan bangsa Indonesia.
"Kami berharap, NU terus dapat memberikan kontribusi positif dalam 100 tahun, 200 tahun dan seterusnya bagi bangsa ini,” pungkas Erick Thohir.
Erick yang juga Anggota Kehormatan Banser menyatakan komitmennya untuk terus mengawal NU agar terus berkontribusi positif. Sementara itu, sebagai Ketua Dewan Pengarah Panitia Harlah 100 Tahun NU, Erick Thohir menggelar sembilan program Harlah Satu Abad NU.
Sembilan program tersebut meliputi NU Tech, NU Women, Festival Tradisi Islam Nusantara, Anugerah Tokoh NU, Pekan Olahraga NU, Religion of Twenty/(R-20), Launching Gerakan Kemandirian NU, Muktamar Fiqih Peradaban, dan Resepsi Satu Abad NU.
Di antara Sembilan program tersebut sudah ada beberapa yang telah diselenggarakan. Salah satunya adalah R-20 yang diselenggarakan bersamaan dengan Presidensi G-20 Indonesia pada 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)