Presiden Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan Prabowo Subianto (kanan) usai bersama-sama menaiki moda transportasi MRT di Stasiun MRT Senayan. Foto: MI/Pius Erlangga.
Presiden Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan Prabowo Subianto (kanan) usai bersama-sama menaiki moda transportasi MRT di Stasiun MRT Senayan. Foto: MI/Pius Erlangga.

Pertemuan Jokowi-Prabowo Menyingkirkan Kelompok Antidemokrasi

Nasional pilpres 2019
M Sholahadhin Azhar • 17 Juli 2019 19:20
Jakarta: Pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto angin segar bagi demokrasi Indonesia. Silaturahmi dua tokoh bangsa ini mengukuhkan Indonesia sebagai negara demokrasi.
 
"Kelompok antidemokrasi tersudut usai pertemuan Jokowo-Prabowo," kata pengamat politik Rafif Pamenang Imawan saat dihubungi, Rabu, 17 Juli 2019.
 
Menurut dia, ruang bagi kelompok antidemokrasi menggalang dukungan sudah tertutup. Dia melihat kedua tokoh bangsa itu ingin menuntaskan permasalahan politik. Namun, penuntasan itu tak mencederai demokrasi sebagai proses sakral.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagi blok kepentingan politik praktis seperti Gerindra sudah selesai masalah pemilu. Namun bagi organisasi antidemokrasi, momentumnya telah hilang," beber dia.
 
Menurut dia, permasalahan seperti berpotensi terulang di pemilu selanjutnya. Perlu ada penguatan hubungan antara partai politik dan organisasi masyarakat untuk mencegahnya.
 
"Sehingga kanal agregasi politik dapat terkumpul di parpol. Dengan cara ini organisasi antidemokrasi dapat kehilangan ruang gerak," kata Rafif.
 
Jokowi dan Prabowo akhirnya bertemu pertama kalinya usai bertarung dalam Pilpres 2019. Pertemuan tersebut berlangsung cair.
 
Kedua tokoh itu awalnya bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus. Keduanya bahkan bersama-sama menaiki MRT menuju FX Senayan dan melanjutkan perbincangan di salah satu restoran.
 
Pertemuan yang disebut sebagai rekonsiliasi ini memunculkan banyak spekulasi terkait sikap politik Gerindra lima tahun mendatang. Terlebih, koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga Uno juga sudah bubar. Dengan begitu, partai politik yang pernah satu perahu di Koalisi Adil dan Makmur bebas menentukan arah politiknya.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif