Golkar Sarankan Gatot Pikirkan Kendaraan Politik
Wasekjen Partai Golkar--Ace Hasan Syadzily-- MI/RAMDANI
Jakarta: Nama mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kembali hangat diperbincangkan setelah sikapnya yang mencium tangan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Sikap Gatot itu dianggap sebagai sinyal meminta restu kepada Partai Demokrat.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily enggan berspekulasi. Menurutnya, hal wajar sebagai sesama mantan militer Gatot takzim kepada SBY. Apalagi, karir militer Gatot gemilang saat SBY berkuasa.

"Jadi saya kira sangat wajar lah kalau beliau menghormati Pak SBY dalam kerangka itu. Jadi saya melihatnya tidak kau terlalu jauh yang menyebutkan sinyal apakah SBY mendukung Gatot atau tidak," kata Ace di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 5 Juni 2018.


Ace menyarankan Gatot tak cuma bermanuver politik dengan menemui beberapa tokoh. Jika ia berniat maju sebagai calon presiden, semestinya memikirkan kendaraan politiknya.

"Dan kalau misalnya beliau diangkat oleh Parpol, kan harus memenuhi 20 persen. Ya itu yang selalu saya sampaikan, Pak Gatot kalau mau jadi capres harus dipikirkan kendaraan politiknya," jelasnya.

Sebelumnya, dalam sebuah unggahan foto Gatot Nurmantyo yang mengenakan batik cokelat nampak mencium tangan SBY. Diketahui, keduanya bertemu di acara buka puasa bersama di kediaman mantan Menteri Perekonomian Chairul Tanjung, Sabtu 2 Juni kemarin. Melalui akun Twitter pribadinya, Gatot menjelaskan sangat menghormati sosok SBY. Ia mengangap SBY layaknya orangtuanya sendiri.

"Saya ini prajurit, lahir dari keluarga prajurit, dan kini, saya pensiun setelah melengkapi bakti saya pada negara. Orang yang saya cium tangannya ini sudah seperti orang tua saya, Pak @SBYudhoyono memimpin bangsa ini 10 tahun sebagai Presiden.." tulis Gatot melalui akun Twitternya @Nurmantyo_Gatot.



(JMS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id