Presiden: Vaksin Rubella untuk Kebaikan Generasi Bangsa

Rudy Polycarpus 16 September 2018 06:00 WIB
Imunisasi Measles Rubella (MR)
Presiden: Vaksin Rubella untuk Kebaikan Generasi Bangsa
Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara/Wahyu Putro A).
Solo: Realisasi program imunisasi campak rubela atau measles-rubella (MR) tahap kedua sangat rendah. Pasalnya, banyak masyarakat menolak program imunisasi MR.

Kondisi itu mendapatkan perhatian Presiden Joko Widodo. Dia meyakinkan masyarakat vaksinasi campak dan rubella amat diperlukan anak-anak untuk mencegah penularan dua penyakit itu. 

"Ini kan untuk kebaikan masyarakat, untuk kebaikan anak-anak kita, untuk kebaikan gerenasi muda ke depan. Ini bukan untuk siapa-siapa," ujar Jokowi seusai melihat latihan atlet Asian Para Games di Hartono Trade Center, Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 15 September 2018.


Pada program tahap kedua imunisasi MR, realisasi terendah di Aceh, yakni hanya 4,94%. Provinsi dengan capaian terendah berikutnya adalah Riau dengan 18,92%, Sumatera Barat 21,11%, Nusa Tenggara Barat 20,37%, Bangka Belitung 26,45%, Kalimantan Selatan 28,3%, Sumatera Utara 29,53%, dan Kepulauan Riau 34,5%.

Pada 20 Agustus 2018, MUI mengeluarkan fatwa tentang vaksin MR. Intinya, vaksin MR haram karena mengandung unsur yang tidak halal. Namun atas pertimbangan situasi mendesak dan vaksin yang suci belum ditemukan, MUI menyebutkan, vaksin MR boleh digunakan.





(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id