Jakarta: Relawan Jokowi menilai Menteri Perdagangan M Lutfi gagal dan tidak serius mengelola harga eceran minyak goreng, sehingga harganya meroket. Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan), Imanuel Ebenezer (Noel), meminta Polri turun tangan menangani persoalan kelangkaan minyak goreng.
"Ini mainan kartel CPO (crude palm oil) lah. Mereka sengaja mengatur harga. Sudah jelas Presiden (Presiden Joko Widodo) minta harga turun, ini kok malah jadi langka," ujar Noel dilansir dari Mediaindonesia.com, Senin, 14 Februari 2022.
Menurut Noel, berdasarkan data di lapangan, ada banyak penimbunan minyak goreng. Tak hanya itu, ditemukan antrean kapal pengangkut CPO yang mengantre di laut. Dia menilai fakta ini memperlihatkan kegagalan Mendag mengelola harga minyak goreng.
"Sudah waktunya ada satgas pangan gabungan penegak hukum. Negara tak boleh kalah dalam aksi kartel minyak goreng ini," tegas dia.
Baca: Menko Airlangga Janjikan Ketersediaan Minyak Goreng Curah
Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022, harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng diatur dengan rincian minyak goreng curah sebesar Rp11.500 per liter, kemasan sederhana sebesar Rp13.500 per liter, dan kemasan premium sebesar Rp14.000 per liter. Kebijakan HET ini mulai berlaku sejak 1 Februari 2022 dan sekaligus mencabut Permendag Nomor 3 Tahun 2022.
Selama kurun waktu empat bulan lebih, lonjakan harga minyak goreng di dalam negeri melesat tanpa kendali. Sejak dua bulan terakhir, minyak goreng juga berkontribusi besar terhadap inflasi.
"Meroketnya harga minyak goreng di Indonesia ini jadi ironi, mengingat pasokan minyak sawit di Indonesia selalu melimpah," ucap dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyoroti tingginya harga komoditas minyak goreng di pasaran. Dia pun memerintahkan Mendag Lutfhi menstabilkan harga minyak goreng di pasaran, seiring dengan melonjaknya harga minyak kelapa sawit (CPO) di pasar global.
Kepala Negara mengingatkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bahwa prioritas pemerintah ialah menciptakan harga komoditas yang terjangkau di masyarakat. "Sekali lagi prioritas pemerintah adalah rakyat, harga minyak goreng harus tetap terjangaku," kata Jokowi Senin, 3 Januari 2022.
Jakarta: Relawan Jokowi menilai Menteri
Perdagangan M Lutfi gagal dan tidak serius mengelola harga eceran
minyak goreng, sehingga harganya meroket. Ketua Relawan Jokowi Mania (JoMan), Imanuel Ebenezer (Noel), meminta
Polri turun tangan menangani persoalan kelangkaan minyak goreng.
"Ini mainan kartel CPO (
crude palm oil) lah. Mereka sengaja mengatur harga. Sudah jelas Presiden (Presiden Joko Widodo) minta harga turun, ini kok malah jadi langka," ujar Noel dilansir dari
Mediaindonesia.com, Senin, 14 Februari 2022.
Menurut Noel, berdasarkan data di lapangan, ada banyak penimbunan minyak goreng. Tak hanya itu, ditemukan antrean kapal pengangkut CPO yang mengantre di laut. Dia menilai fakta ini memperlihatkan kegagalan Mendag mengelola harga minyak goreng.
"Sudah waktunya ada satgas pangan gabungan penegak hukum. Negara tak boleh kalah dalam aksi kartel minyak goreng ini," tegas dia.
Baca:
Menko Airlangga Janjikan Ketersediaan Minyak Goreng Curah
Dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022, harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng diatur dengan rincian minyak goreng curah sebesar Rp11.500 per liter, kemasan sederhana sebesar Rp13.500 per liter, dan kemasan premium sebesar Rp14.000 per liter. Kebijakan HET ini mulai berlaku sejak 1 Februari 2022 dan sekaligus mencabut Permendag Nomor 3 Tahun 2022.
Selama kurun waktu empat bulan lebih, lonjakan harga minyak goreng di dalam negeri melesat tanpa kendali. Sejak dua bulan terakhir, minyak goreng juga berkontribusi besar terhadap inflasi.
"Meroketnya harga minyak goreng di Indonesia ini jadi ironi, mengingat pasokan minyak sawit di Indonesia selalu melimpah," ucap dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyoroti tingginya harga komoditas minyak goreng di pasaran. Dia pun memerintahkan Mendag Lutfhi menstabilkan harga minyak goreng di pasaran, seiring dengan melonjaknya harga minyak kelapa sawit (CPO) di pasar global.
Kepala Negara mengingatkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bahwa prioritas pemerintah ialah menciptakan harga komoditas yang terjangkau di masyarakat. "Sekali lagi prioritas pemerintah adalah rakyat, harga minyak goreng harus tetap terjangaku," kata Jokowi Senin, 3 Januari 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)