Ilustrasi demo menolak UU Cipta Kerja. Medcom.id/Rhobi Sani
Ilustrasi demo menolak UU Cipta Kerja. Medcom.id/Rhobi Sani

Semua Pihak Diminta Menahan Diri Melontarkan Pernyataan Kontroversi soal UU Ciptaker

Nasional Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Kautsar Widya Prabowo • 18 Oktober 2020 14:44
Jakarta: Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid meminta seluruh pihak memberikan pernyataan menenangkan di tengah polemik Undang-Undang Cipta Kerja. Pernyataan jangan sampai memunculkan kecurigaan di antara berbagai pihak.
 
"Saya mengajak semuanya untuk menahan diri untuk mengeluarkan pernyataan-pernyataan (saling mencurigai)," ujar Jaziluli dalam program Crosschek Medcom.id, bertajuk Dalang Rusuh Demo Buruh, Siapa? melalui telekonferensi, Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Jazilul menekankan baik pemerintah dan masyarakat memiliki peran untuk tidak memperkeruh kondisi yang ada. Ia tidak memungkiri di tengah era globalisasi potensi unjuk rasa berujung ricuh ditunggangi pihak asing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, seluruh dugaan harus disertai bukti nyata. Tanpa bukti hanya menjadi momok yang terus bergulir di tengah masyarakat.
 
"Unjuk rasa jadi unjuk rusuh. Kalau sudah menjadi unjuk rusuh, muncul spekulasi apakah pelajar A ditunggangi oleh negara apa gitu atau pelajar B ditunggangi negara lainnya," tutur dia.
 
(Baca: Tudingan Demo UU Ciptaker Didalangi Asing Mesti Dibuktikan)
 
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut pernyataan yang dapat memicu kontroversi semakin memperburuk keadaan saat diunggah di media sosial. Setiap orang dengan mudahnya menggunakan pernyataan tersebut sebagi dasar memicu kerusuhan.
 
"Hati-hati menyampaikan pernyataan, karena pernyataan A bisa berubah jadi A plus-plus. inilah yang menurut saya patut diduga ada orang-orang yang sengaja manas-manasin keadaan, ini juga harus antisipasi," tegas dia.
 
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartato menyebut ada aktor intelektual di balik demo UU Ciptaker yang berakhir anarkistis. Aktor yang dimaksud berasal dari kaum elite dan intelektual yang menentang UU Ciptaker.
 
Belakangan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meyakini dalang di balik aksi vandalisme saat demo menolak UU Cipta Kerja ialah kekuatan asing. Prabowo menyebut mereka ingin menghancurkan Indonesia.
 
"Saya sama sekali tidak yakin itu ya yang bakar-bakar sarana dan prasarana umum itu tidak ada dalangnya. Itu pasti ada dalangnya, pasti anasir-anasir ini dan anasir-anasir ini dibiayai oleh asing," kata Prabowo, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif