Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan salah homat pada Presiden Joko Widodo. Foto: Metro TV
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan salah homat pada Presiden Joko Widodo. Foto: Metro TV

Hormat Prabowo Hingga Sentilan Prestasi Sepak Bola

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf
Damar Iradat • 23 Oktober 2019 10:41
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengumumkan 34 nama menteri Kabinet Indonesia Maju, Rabu pagi, 23 Oktober 2019. Tak seperti lima tahun lalu, Jokowi mengajak para menteri duduk di tangga Istana Merdeka.
 
Sejumlah momen menarik terekam saat pengumuman. Salah satunya, saat Jokowi mengumumkan nama Prabowo Subianto sebagai menteri pertahanan.
 
Saat dipanggil, Prabowo langsung berdiri dan memberi hormat ke arah Jokowi. Sikap hormat itu mendapat tepukan tangan dari para menteri dan awak media.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokowi berkelakar tak perlu menjelaskan detail tugas Ketua Umum Partai Gerindra itu. "Beliau lebih paham dari saya," kata Jokowi.
 
Mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga memberikan hormat pada Jokowi saat namanya disebut sebagai menteri dalam negeri. Tito tersenyum.
 
Fachrul Razi juga menunjukkan sikap tegas saat namanya disebut sebagai menteri agama. Eks Wakil Panglima TNI itu langsung berdiri dan mengucapkan salam dengan tegas.
 
"Assalamualaikum!" kata Fachrul.
 
Jokowi juga sempat menitipkan pesan khusus pada Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amalli. Dia meminta kondisi persepakbolaan Indonesia dibenahi.
 
"Sepak bolanya, Pak," kata Jokowi singkat.
 
Jokowi resmi mengumumkan susunan kabinet yang berisi 34 menteri dan empat pejabat setingkat menteri. Presiden Jokowi mewanti-wanti menteri Kabinet Indonesia Maju tidak korupsi.
 
"Saya minta jangan ada yang korupsi. Ciptakan sistem yang menutup celah korupsi" tegas Jokowi di Istana Merdeka, Rabu, 23 Oktober 2019.
 
Jokowi mengingatkan menteri-menteri tidak membuat visi dan misi tersendiri. Dia menegaskan visi dan misi menteri harus sesuai dengan presiden dan wakil presiden.
 
Jokowi juga meminta para menteri bekerja cepat, keras, dan produktif. Menteri juga diminta tak terjebak pada rutinitas monoton.
 


 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif