Anggota Komisi I DPR Fadli Zon (Foto: Medcom.id)
Anggota Komisi I DPR Fadli Zon (Foto: Medcom.id)

Fadli Zon Janji Tetap Kritis pada Pemerintah

Nasional Pelantikan Anggota DPR
Nur Azizah • 04 November 2019 15:56
Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku akan tetap keras terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Anggota Komisi I DPR itu akan mengawasi kebijakan Jokowi dan menteri-menteri.
 
"Saya akan tetap mengkritisi, karena sikap kritis itu vitamin demokrasi. Kalau cara berpikirnya karena ini sudah di koalisi terus tidak boleh mengkritik, saya kira orang itu enggak mengerti demokrasi," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 4 November 2019.
 
Fadli tak gentar untuk mengkritisi pemerintah asal masuk akal. Menurut dia, kritik merupakan bukti tanda sayang kepada pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mengkritik itu tanda kita sebenarnya sayang. Kalau ada orang mau masuk ke jurang, kita enggak kasih tahu ada jurang, orang itu tidak sayang sama bangsa, dan negaranya. Jadi, mengkritik itu tanda kita punya kepedulian terhadap bangsa," ujar dia.
 
Sejak 1 Oktober 2019, suara Fadli tak lagi terdengar. Fadli juga jarang wara-wiri di Senayan. "Biasalah, puasa dulu sebulan. Cooling down dan juga istirahat dulu. Ya sekarang sudah (bicara lagi), saya akan mulai bicara tentu sebagai anggota DPR akan terus berpihak kepada rakyat dan isu-isu penting," ungkapnya.
 
Keputusan Prabowo
 
Fadli mengaku sebagai pihak yang mengusulkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi menteri pertahanan. Menurut dia, Prabowo paling paham terkait pertahanan.
 
"Ya saya yang mengusulkan. Ide saya malah itu pertama. Saya mengusulkan, kalau kita mau koalisi, yang bisa kita perbuat cukup banyak terutama di Kementerian Pertahanan, serta masalah pangan dan energi," imbuh dia.
 
Dia pun tak akan banyak mengkritik Prabowo. Sebab, dia yakin Prabowo ahli dalam bidang pertahanan.
 
"Ya kalau rapat kita kasih masukan, tapi karena tahun kemarin jarang mengkritisi masalah pertahanan, yang saya kritisi kebanyakan ekonomi dan politik dan hukum," pungkas dia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif