Politikus PDI Perjuangan Aria Bima/MI/Rommy Pujianto
Politikus PDI Perjuangan Aria Bima/MI/Rommy Pujianto

Pidato Anies Dianggap Kurang Bijak

Ilham wibowo • 17 Oktober 2017 13:51
medcom.id, Jakarta: Politikus PDI Perjuangan Aria Bima menganggap pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kurang tepat. Anies menyinggung ihwal kemenangan pribumi dalam pidato perdananya itu.
 
"Anies Baswedan saya anggap kurang bijak. Saya melihat harusnya lebih wise, membangun bersama sebagai warga bangsa," kata Aria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 17 Oktober 2017.
 
Anies yang berlatar belakang akademisi semestinya menyadari warga Ibu Kota telah melalui rangkaian polemik saat Pilgub DKI 2017. Menurut Aria, pilihan kalimat Anies justru memunculkan stigma.

"Pidato seharusnya memeberikan suatu yang lebih visioner bersama keberagaman warga Jakarta ini. Bukan justru sebaliknya memunculkan yang antagonis, memunculkan suatu stigma yang tentu kurang baik atau kurang pas untuk Jakarta ke dapan," kata anggota Komisi VI itu.
 
Aria menilai Anies semestinya berkomitmen mengakhiri persoalan dengan parameter primordial, sesuai yang sering ia ucapkan. Sebagai Gubernur DKI Jakarta, kata Aria, bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu wajib merangkul seluruh lapisan warga Ibu Kota.
 
"Dia sebagai seorang yang memiliki intelektual mesti berpikir global ke-Indonesiaan. Apalagi sudah mulai sumpah pemuda, orang sudah think global dengan kompleksitas masalahnya, ini masih bicara pribumi dan non-pribumi," tegas dia.
 
Anies Baswedan punya alasan sendiri soal itu. Ia merujuk pada sejarah sebagai latar belakang pidato perdananya.
 
"Istilah itu (pribumi) digunakan konteks pada era penjajahan, karena saya juga tulis (pidatonya) itu pada era penjajahan dulu," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa 17 Oktober 2017.
 
Menurut Anies, Jakarta paling merasakan sejarah penjajahan Belanda. Sebab, banyak peristiwa terjadi di Ibu Kota.
 
"Kota-kota lain enggak lihat Belanda dekat. Yang lihat Belanda dekat kan siapa? Jakarta. Coba di pelosok Indonesia kan tahu tapi enggak lihat depan mata," jelas Anies.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>