Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir. Foto: MI/Dwi Apriani.
Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir. Foto: MI/Dwi Apriani.

Hanura Duga Isu Uighur Digulirkan untuk Diskreditkan Jokowi

Nasional uighur
Whisnu Mardiansyah • 27 Desember 2018 04:04
Jakarta: Berita intimidasi dan diskriminasi Pemerintah Tiongkok kepada etnis minoritas muslim Uighur sedang ramai diperbincangkan di media-media internasional. Namun, di Indonesia ada pihak-pihak yang justru menggulirkan isu ini untuk mendiskreditkan Presiden Joko Widodo.
 
Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir meminta masyarakat jernih dalam melihat persoalan yang terjadi pada etnis Uighur. Pasalnya, Asosiasi Muslim Tiongkok pernah membantah isu tersebut kepada PP Muhammadiyah.
 
"Kondisi ini sudah pernah dibantah oleh Wakil Presiden Asosiasi Muslim Tiongkok Abdullah Amin Jin Rubin kepada rombongan PP Muhammadiyah yang pernah bertandang ke Tiongkok pada September 2018 lalu," ujar Inas dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu, 26 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada saat itu, Abdullah menerangkan bahwa kehidupan umat muslim di Tiongkok tak seperti yang digambarkan media. Mereka diberikan kebebasan dan mendapat perlakuan yang baik dari pemerintah. Islam dan empat agama lainnya di Tiongkok mendapat perlakuan yang sama dari pemerintah.
 
Buktinya di Xinjiang, tempat suku Uighur berada, terdapat 28 ribu masjid dan 30 ribu lebih imam salat. Bahkan Pemerintah Tiongkok ikut serta mendukung berdirinya Islamic College di Xianjiang.
 
Dengan demikian, Inas pun menduga jika isu Uighur dimunculkan oleh pihak tertentu guna mendiskreditkan pemerintah Jokowi.
 
"Patut kita duga hoaks tentang ditekannya muslim Uighur di Tiongkok bertujuan hanya untuk menyerang Jokowi yang di-framing seolah-olah tidak peduli dengan penderitaan muslim Uighur," tutup dia.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif