Anggota DPR dari Komisi VI DPR Subardi
Anggota DPR dari Komisi VI DPR Subardi

Punya Data Harian, Anggota DPR Bingung Kemendag Kecolongan Ulah Mafia Migor

Nasional kasus korupsi minyak goreng DPR RI Crosscheck Mafia Minyak Goreng
Candra Yuri Nuralam • 24 April 2022 12:58
Jakarta: Anggota DPR dari Komisi VI DPR Subardi mengaku bingung Kementerian Perdagangan (Kemendag) bisa kecolongan dengan ulah mafia minyak goreng. Kemendag punya data harian yang bisa mencegah permainan mafia minyak goreng.
 
"Kementerian Perdagangan itu memiliki data per hari, tapi kenapa kok tidak dilakukan dalam waktu dini ketika sudah terdeteksi adanya stok yang ada di dalam negeri itu berkurang," kata anggota DPR dari Komisi VI DPR Subardi dalam acara Crosscheck by Medcom.id dengan tema 'Jokowi Terbukti Bikin Mafia Migor Mati?', Minggu, 24 April 2022.
 
Subardi mengatakan Kemendag seharusnya mengetahui stok minyak goreng di Indonesia jika memantau data hariannya dengan jeli. Tapi, data itu dibiarkan berbulan-bulan sehingga mafia minyak goreng bergerilya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kok tidak ada suatu action, tidak ada langkah yang dilakukan oleh aparat dari Kementerian Perdagangan, apakah itu (tindakan dari) Menteri atau Dirjen, semuanya," tutur Subardi.
 
Baca: MAKI Optimistis Kejagung Usut Kasus Mafia Migor Hingga ke Akarnya
 
Dia menilai Kemendag melakukan kesalahan yang fatal. Padahal, kata Subardi, kelangkaan minyak goreng di Indonesia tidak akan terjadi kalau Kemendag bekerja dengan benar.
 
"Misi Kementerian Perdagangan untuk mengamankan rakyat, mengabdi rakyat, membantu Presiden, tapi dibiarkan sampai dengan berbulan-bulan," ujar Subardi.
 
Kejagung telah menetapkan empat tersangka dalam dugaan korupsi terkait minyak goreng. Salah satunya adalah anak buah Menteri Perdagangan M Lutfi, yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana.
 
Adapun tiga tersangka lainnya adalah Master Parulian Tumanggor dari PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA dari PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group, dan Picare Tagore Sitanggang dari PT Musim Mas.
 
Keempat tersangka dikenakan Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Pasal 54 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf a, b, e, dan f Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 129 juncto Nomor 170 Tahun 2022 tentang Penetapan Jumlah untuk Distribusi Kebutuhan Dalam Negeri dan Harga Penjualan di Dalam Negeri.
 
Kemudian, ketentuan Bab 2 huruf a angka 1 huruf b jo bab 2 huruf c angka 4 huruf c Peraturan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor 02 DAGLU per 1 2022 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kebijakan dan Pengaturan Ekspor CPO.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif