SBY dan Megawati duduk semeja jelang gala dinner G20. Foto: istimewa
SBY dan Megawati duduk semeja jelang gala dinner G20. Foto: istimewa

Momen SBY-Megawati Dinilai Bukan Pertanda Kerja Sama Politik

Anggi Tondi Martaon • 16 November 2022 19:19

Jakarta: Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri dan Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) duduk di meja yang sama menjelang jamuan makan malam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Diyakini, momen tersebut bukan pertanda bakal ada kerja sama politik antara PDI Perjuangan dengan Demokrat.

"Itu enggak bisa lah dalam momen satu pertemuan disebut itu sebuah kerja sama," kata politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 16 November 2022.

Anggota Komisi XI DPR itu menyampaikan kesepakatan kerja sama politik butuh proses panjang. Tidak mungkin dicapai hanya dalam sekali pertemuan. 

"Artinya untuk kerjasama ya dinamis, panjang pembicaraan kesana ada banyak yang akan dibahas antar partai antar pimpinan partai," ungkap dia.

Kerja sama politik juga tak bisa dilihat dari warna baju yang digunakan SBY dan Megawati pada gala dinner KTT G20. Kedua tokoh itu kompak menggunakan baju bercorak biru.

Menurut dia, Megawati bebas menggunakan corak warna baju. Hal itu disesuaikan dengan fashion sehari-hari.

"Kamu saja ada abu-abu, biru. Kadang saya juga pakai biru. Tapi semangat isi hatinya kan tetap merah, darah perjuangannya tetap merah," sebut dia.
 

Baca juga: Satu Meja di G20, SBY dan Megawati Disebut Tak Menyinggung Politik 


Selain itu, dia menyambut baik momen kebersamaan Megawati bersama SBY. Menurut dia, momen tersebut dinanti masyarakat Indonesia.

"Ini sebetulnya kan suasana yang ditunggu-tunggu lama oleh masyarakat kita. Para pemimpin elit-elit kita ternyata bisa duduk bareng," ujar dia.

Dia berharap masyarakat Indonesia bisa mengambil hikmah dari momen Megawati semeja bareng dengan SBY. Perbedaan politik tak harus menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

"Artinya bahwa politik itu suasana yang sangat dinamis. Perbedaan itu biasa," ujar dia


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(END)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>