Jakarta: Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) menguatkan inovasi. Tujuannya untuk mengefisienkan anggaran agar bisa lebih bermanfaat.
"Jangan berpikir ada anggaran khusus untuk inovasi. Justru kita lagi berusaha supaya Litbang bisa menjadi tim anggaran pemerintah daerah karena setiap usulan kegiatan yang diberikan oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah)," kata Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo melalui keterangan tertulis, Jumat, 28 April 2024.
Salah satu daerah yang diminta menguatkan inovasi yakni Pemkab Gowa, Sulawesi Selatan. Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dan perangkat daerah setempat diharap memutar otak untuk merumuskan anggaran dengan terobosan baru.
"Kita harus nilai layak tidak, lalu dengan inovasi yang ada bisa saja anggaran diajukan Rp100 juta bisa saja jadi Rp75 juta atau Rp85 juta," ujar Yusharto.
Penguatan inovasi juga diharap memanfaatkan kemajuan teknologi. Cara baru yang diciptakan diyakini bisa memangkas anggaran kegiatan yang sudah direncanakan.
"Misalnya bagaimana cara pengelolaan limbah di Puskesmas atau rumah sakit, dengan adanya cara-cara baru ya dia bisa mengurangi jumlah anggaran yang ada saat ini. Rata-rata IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) rumah sakit itu bisa menghemat ratusan juta per tahun," ucap Yusharto.
Yusharto juga menyebut banyak wilayah yang sudah menggunakan teknologi untuk berinovasi. Salah satunya yakni Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, Sumatra Barat.
Mereka berhasil memangkas dana Rp750 juta pengelolaan limbah rumah sakit utamanya per tahun. Daerah lain diharap mencontoh keberhasilan itu.
"Uang itu kembali lagi ke dinas untuk kegiatan yang baru atau volume kegiatannya diperbesar, itu efek inovasi terhadap efisiensi anggaran pemerintahan daerah. Jangan sampai inovasi tidak diikuti oleh manfaat," tutur Yusharto.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
Jakarta: Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (
Kemendagri) meminta seluruh
pemerintah daerah (Pemda) menguatkan inovasi. Tujuannya untuk mengefisienkan anggaran agar bisa lebih bermanfaat.
"Jangan berpikir ada anggaran khusus untuk
inovasi. Justru kita lagi berusaha supaya Litbang bisa menjadi tim anggaran pemerintah daerah karena setiap usulan kegiatan yang diberikan oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah)," kata Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo melalui keterangan tertulis, Jumat, 28 April 2024.
Salah satu daerah yang diminta menguatkan inovasi yakni Pemkab Gowa, Sulawesi Selatan. Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dan perangkat daerah setempat diharap memutar otak untuk merumuskan anggaran dengan terobosan baru.
"Kita harus nilai layak tidak, lalu dengan inovasi yang ada bisa saja anggaran diajukan Rp100 juta bisa saja jadi Rp75 juta atau Rp85 juta," ujar Yusharto.
Penguatan inovasi juga diharap memanfaatkan kemajuan teknologi. Cara baru yang diciptakan diyakini bisa memangkas anggaran kegiatan yang sudah direncanakan.
"Misalnya bagaimana cara pengelolaan limbah di Puskesmas atau rumah sakit, dengan adanya cara-cara baru ya dia bisa mengurangi jumlah anggaran yang ada saat ini. Rata-rata IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) rumah sakit itu bisa menghemat ratusan juta per tahun," ucap Yusharto.
Yusharto juga menyebut banyak wilayah yang sudah menggunakan teknologi untuk berinovasi. Salah satunya yakni Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, Sumatra Barat.
Mereka berhasil memangkas dana Rp750 juta pengelolaan limbah rumah sakit utamanya per tahun. Daerah lain diharap mencontoh keberhasilan itu.
"Uang itu kembali lagi ke dinas untuk kegiatan yang baru atau volume kegiatannya diperbesar, itu efek inovasi terhadap efisiensi anggaran pemerintahan daerah. Jangan sampai inovasi tidak diikuti oleh manfaat," tutur Yusharto.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(END)