Doa untuk negeri tokoh lintas agama. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
Doa untuk negeri tokoh lintas agama. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.

Tokoh Lintas Agama Doa Bersama untuk Negeri

Nasional nkri
Eko Nordiansyah • 23 Februari 2019 13:04
Jakarta: Tokoh lintas agama berkumpul untuk silaturahmi kebangsaan dan doa bersama. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan antarumat beragama yang ada di Indonesia.
 
Sejumlah tokoh dari berbagai agama yang hadir dalam acara ini. Mereka di antaranya adalah KH Ahmad Muwafiq, KH Nur Muhammad Iskandar, Romo Franz Magnis Suseno, Murdaya Poo, Nyoman Udayana Sangging, serta Hanliyana Wiguna.
 
Gus Muwafiq dalam tausiahnya menyebut Indonesia beruntung sebagai negara yang memiliki berbagai suku dan budaya. Perbedaan yang ada, menurut dia, memberikan peluang bagi Indonesia menjadi contoh untuk kerukunan umat beragama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita memiliki negara di mana negara kita berbeda dengan negara lain. Kita puluhan bangsa mampu dipikul oleh satu negara, bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Gus Muwafiq di Hall D1, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu, 23 Februari 2019.
 
Dia berharap perbedaan yang ada tidak membuat Indonesia terpecah belah. Terlebih, dalam masa pemilihan presiden (pilpres) seperti sekarang ini, hampir semua orang membicarakan agama dan menunjukan berbagai perbedaan seperti pilihan politik.
 
"Ini (silaturahmi kebangsaan) sesuatu yang bagus tidak hanya di lakukan di Jakarta, tapi juga di daerah lain. Ini tugas berat, kenapa? Karena tugas berat dalam situasi seperti ini karena di Indonesia orang lagi overload ngomong agama," ungkap dia.
 
Para tokoh dari berbagai agama juga mengharapkan kedamaian akan selalu menaungi Indonesia. Meskipun terdiri dari berbagai agama, tetapi perbedaan tidak akan menghalangi kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Baca: Kerukunan Senjata untuk Mempertahankan NKRI
 
Keberagaman Indonesia juga sempat membuat kagum Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Inggris Lord Tariq Ahmad. Dia menilai Indonesia cukup baik mengelola keberagaman.
 
"Saya memandang Indonesia sebagai negara yang menghormati hak-hak individu untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing," kata Tariq dalam kunjungan ke Indonesia, Selasa, 30 Oktober 2018.
 
Tariq menjelaskan Inggris juga menerapkan sistem kebebasan beragama dan beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Ia memandang Indonesia sama seperti Inggris yang menghargai hak-hak individu dalam menjalankan agama, keyakinan dan budaya masing-masing.
 
"Hal itulah yang membuat saya bangga menjadi warga negara Inggris karena negara saya menghargai keberagaman. Keberagaman seperti ini juga saya lihat di Indonesia, pluralisme dan keberagaman agama," tutur dia.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif