Ahmad Yani--MI/Rommy Pujianto
Ahmad Yani--MI/Rommy Pujianto

Perdebatan RUU Pilkada Alot, Anggota DPR Minta Lobi

M Rodhi Aulia • 25 September 2014 18:17
medcom.id, Jakarta: RUU Pilkada tengah dibahas dalam Sidang Paripurna hari ini. Sidang yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB itu, diawali dengan penyampaian laporan oleh Ketua Panja RUU Pilkada sekaligus Ketua Komisi II Abdul Hakam Naja.
 
Hakam Naja mengatakan ada beberapa opsi soal pemilihan kepala daerah dengan beberapa variannya. RUU yang dibahas selama tiga tahun itu masih perlu pemahaman dan kesepakatan dalam Sidang Paripurna ini. Dia menyerahkan dua draf tentang opsi yang harus dipilih satu diantaranya, yakni opsi pilkada langsung atau tidak langsung.
 
Selepas laporan dari Panja RUU itu, muncul respons dari sejumlah politikus dari fraksi partai yang beragam. Rata-rata pandangan yang memperkuat masing-masing opsi. Politikus PPP Ahmad Yani mengatakan, pandangan tersebut sejatinya sudah disampaikan dalam forum-forum resmi lain di luar Sidang Paripurna. Dia mengusulkan agar lobi segera dilaksanakan untuk pengerucutan hasil.

"Semuanya sudah pernah disampaikan, kalau kita terus beragumentasi, 1.000 argumentasi bisa kita tumpahkan di sini," kata Ahmad Yani dalam Sidang Paripurna DPR di Gedung DPR-MPR, Senayan, Kamis, (25/9/2014).
 
Kemudian, ada permintaan dari legislator lain untuk meminta pandangan fraksi sebelum lobi dilakukan. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso selaku pimpinan sidang mengabulkan pernintaan tersebut.
 
Kini sejumlah fraksi menyampaikan pandangannya dimulai dari fraksi yang paling besar yakni Partai Demokrat diwakili oleh Max Sopacua, Partai Golkar Agun Gunandjar, PDIP, dan seterusnya. Priyo mengatakan, bila pandangan fraksi tersebut masih juga belum menemukan titik temu antar fraksi, maka proses lobi dapat dimulai.
 
Pihak pemerintah turut menyaksikan perdebatan tersebut, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.
 
Sekitar 496 anggota hadir dalam paripurna ini. Adapun rinciannya, Partai Demokrat dihadiri 129 dari 148, Golkar 94 dari 106, PDIP 90 dari 94, PKS 55 dari 57, PAN 42 dari 46, PPP 33 dari 38, PKB 21 dari 28, Gerindra 22 dari 26, dan Hanura 10 dari 17.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LAL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>