medcom.id, Jakarta: Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon mengungkapkan penyebab munculnya mosi tidak percaya yang dikeluarkan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
Dikatakan, pimpinan DPR tidak mengakomodir suara KIH yang ada di parlemen dalam penetapan pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD).
Menurut dia, secara perhitungan perolehan kursi koalisi Prabowo memang mendominasi dengan 56 persen. Namun, KIH yang memiliki perolehan 44 persen sudah seharusnya terakomodir dengan mendapatkan tempat yang proporsional di unsur pimpinan AKD.
"560 (kursi DPR) dibagi proporsional maka (KIH) akan mendapatkan 22 sekian (pimpinan AKD) dari 53 posisi baik pimpinan komisi atau AKD. Kalau mereka tidak mudeng, kita anggap mereka ingin melakukan proses kartel," kata Effendi Simbolon dalam talkshow dengan topik 'Politik Ribut DPR' di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Sabtu (1/11/2014).
Anggota DPR dari PDIP ini mengatakan KIH akan mengakhiri konflik yang kini terjadi di DPR, jika KMP mau membagi posisi AKD secara proporsional berdasarkan perolehan kursi yang ada di parlemen.
Menurut dia, DPR yang memiliki sepuluh fraksi tidak mungkin dapat dijalankan hanya dengan lima fraksi yang kini menguasai posisi pimpinan AKD.
"Kita ingin titik temunya mereka melihat logikanya bahwa dalam menyelenggarakan lembaga negara, tidak bisa dikelola hanya oleh satu kartel yang terdiri 5 geng (fraksi). Solusinya ya proporsional tadi itu," tegasnya.
"Kalau AKD itu proporsional, KIH dan KMP akan akur," sambungnya.
medcom.id, Jakarta: Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon mengungkapkan penyebab munculnya mosi tidak percaya yang dikeluarkan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
Dikatakan, pimpinan DPR tidak mengakomodir suara KIH yang ada di parlemen dalam penetapan pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD).
Menurut dia, secara perhitungan perolehan kursi koalisi Prabowo memang mendominasi dengan 56 persen. Namun, KIH yang memiliki perolehan 44 persen sudah seharusnya terakomodir dengan mendapatkan tempat yang proporsional di unsur pimpinan AKD.
"560 (kursi DPR) dibagi proporsional maka (KIH) akan mendapatkan 22 sekian (pimpinan AKD) dari 53 posisi baik pimpinan komisi atau AKD. Kalau mereka tidak mudeng, kita anggap mereka ingin melakukan proses kartel," kata Effendi Simbolon dalam talkshow dengan topik 'Politik Ribut DPR' di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Sabtu (1/11/2014).
Anggota DPR dari PDIP ini mengatakan KIH akan mengakhiri konflik yang kini terjadi di DPR, jika KMP mau membagi posisi AKD secara proporsional berdasarkan perolehan kursi yang ada di parlemen.
Menurut dia, DPR yang memiliki sepuluh fraksi tidak mungkin dapat dijalankan hanya dengan lima fraksi yang kini menguasai posisi pimpinan AKD.
"Kita ingin titik temunya mereka melihat logikanya bahwa dalam menyelenggarakan lembaga negara, tidak bisa dikelola hanya oleh satu kartel yang terdiri 5 geng (fraksi). Solusinya ya proporsional tadi itu," tegasnya.
"Kalau AKD itu proporsional, KIH dan KMP akan akur," sambungnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADF)