Patung dada Soeharto di makam Soeharto di Kemusuk, Bantul, DIY. ANTARA PHOTO/Sigid Kurniawan
Patung dada Soeharto di makam Soeharto di Kemusuk, Bantul, DIY. ANTARA PHOTO/Sigid Kurniawan

Kontroversi Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Sobih AW Adnan • 27 Januari 2016 15:08
medcom.id, Jakarta: Delapan tahun yang lalu, Soeharto, meninggal dunia. Sejak itu polemik tentang sosok ke dua RI tersebut terus bergulir. Sebagian menganggapnya sebagai 'pembunuh' demokrasi, lainnya memuji sebagai peletak dasar pembangunan Indonesia.
 
Perdebatan tentang bagaimana mestinya masyarakat memandang Soeharto seolah menemui puncaknya pada Juni 2015 lalu. Dorongan menganugerahi "The Smiling General" ini gelar Pahlawan Nasional menguat. Meski begitu, penolakan tetap ada, karena pria kelahiran Kemusuk, Bantul, Yogyakarta 8 Juni 1921 itu masih menyisakan kontroversi.
 
"Gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto sempat terhenti di meja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kami akan terus perjuangkan itu," ujar Ketua DPP Perisai Swara Rakyat Indonesia (Parsindo) Muhammad Jusuf Rizal, di Surabaya, Jawa Timur, tahun lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) adalah satu dari sekian banyak kelompok menolakan gelar pahlawan untuk Soeharto. Menurut mereka Soeharto memiliki banyak catatan buruk selama menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia.
 
"Jadi beberapa tahun lalu kontras pernah melakukan gugatan uji materi kepada negara terkait dengan usuluan untuk memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto. Yang menurut kita menjadi salah satu orang yang bertanggungjawab terkait dengan banyaknya kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu, seperti kasus Mei dan sebagainya," kata  Putri Kanesia, Kadiv Pembelaan Hak Sipil Politik Kontras.
 
Lepas dari pro-kontra kepahlawanan, atau takaran dosa dan jasa yang disumbangkan Soeharto, hari ini media sosial tampak lengang dari kicauan tentang sang Jenderal Besar. Pantauan Metrotvnews.com, tak ada perbincangan perihal Soeharto hingga 'trending', pun di dunia nyata, konon, tak ada acara khusus yang direncanakan digelar di Cendana maupun Astana Giri Bangun, bak tahun-tahun sebelumnya.
 
 
(LHE)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif