Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar. Medcom.id/Anggi Tondi Martaon
Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar. Medcom.id/Anggi Tondi Martaon

Cak Imin Ingatkan Tantangan Dunia Metaverse

Juven Martua Sitompul • 13 April 2022 19:40
Jakarta: Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyinggung soal tantangan yang akan dihadapi di era dunia metaverse ke depan. Perkembangan mutakhir tentang kemajuan dunia digital dan teknologi terjadi begitu cepat.
 
"Bahkan yang paling terakhir, dunia digital kita sudah sampai level masuk dunia maya yang nyata. Dunia nyata yang maya. Sebuah dunia metaverse, yang dibangun dan dikontruksi dengan sangat serius," kata Cak Imin secara virtual dalam acara webinar Ditjen IKP Kominfo  bertajuk 'Media Digital: Upaya Memperkuat Karakter Bangsa dan Bela Bengara', Rabu, 13 April 2022.
 
Pergeseran dunia digital, kata Cak Imin, diibaratkan menjadi dunia nyata yang maya, sekaligus dunia maya yang nyata. Metaverse menghadirkan sebuah fakta baru dari sebuah dinamika interaksi antarsubjek di dalam dunia digital akhir-akhir ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita akan masuk pada wilayah, seoalah-olah kita ada bersama dalam satu dunia, tetapi sebetulnya kita masuknya melalui digital. Kita akan masuk, bahkan sekarang sudah merambah pembagian wilayah zonasi dan lokasi dari metaverse yang akan terjadi," kata dia.
 
Menurut Cak Imin, semua itu merupakan tantangan baru. Di mana akan berakibat pada interaksi ekonomi, cara kerja ekonomi, hingga bisa menentukan apakah kegiatan sebuah ekonomi bisa produktif atau tidak produktif sama sekali.
 
"Contoh sederhana, ketika masuk dunia metaverse kita membeli dengan membayar satu password agar kita bisa masuk dunia metaverse. Di dalamnya kita bisa belanja dan menggunakan uang kita, tentu saja menggunakan credit card kita, lalu menjadi transaksi ekonomi di dalam dunia metaverse itu," ucap dia.
 
Baca: Sandiaga Dorong Produk Ekraf Bersaing di Era Metaverse
 
Selain itu, Cak Imin melihat dunia digital saat ini tengah didikte para produsen teknologi. Contoh sederhana, handphone yang dibeli masyarakat dengan teknologi lengkap.
 
"Tetapi yang dijual adalah teknologi yang masih dicicil, sehingga kita setiap saat termotivasi untuk membelanjakan uang kita menjadi menjadi konsumen-konsumen boros untuk sebuah teknologi. iPhone 13 belum puas kita gunakan, ada temuan sedikit muncul 14 iPhone, begitu dan seterusnya. Oleh karena itu, kita harus bersiap-siap dengan keadaan ini," tegas dia.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif