Kegiatan kick off Analog Switch Off (ASO) di Sumatra Utara. Foto: Branda Antara.
Kegiatan kick off Analog Switch Off (ASO) di Sumatra Utara. Foto: Branda Antara.

Program Televisi Digital Upaya Meningkatkan Kualitas Penyiaran Nasional

Nasional Kominfo televisi digital transformasi digital DPR RI
Antara • 23 April 2022 10:34
Jakarta: DPR dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berkomitmen mewujudkan digitalisasi penyiaran nasional yang berkualitas melalui Analog Switch Off (ASO). Program televisi digital ini merupakan tuntutan perkembangan global.
 
"Program ASO yang dicanangkan oleh pemerintah tidak saja sebagai tuntutan perkembangan global, tetapi juga dianggap memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Indonesia," kata Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu, 23 April 2022.
 
Meutya Hafid mengatakan era digital telah membawa banyak perubahan. Ia mengatakan perubahan tersebut berakibat pada banyaknya tantangan yang hanya bisa diselesaikan dengan kolaborasi, bukan berkompetisi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Komisi I DPR RI dengan Kemenkominfo berkomitmen untuk bersama mewujudkan tayangan penyiaran yang berkualitas melalui analog switch off," ungkap dia.
 
Politikus Partai Golkar itu mengungkapkan digitalisasi penyiaran bukan hal yang sederhana. Namun, diperlukan adanya sinergitas, koordinasi, dan kolaborasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
 
"Ini tentunya sudah menjadi komitmen bersama, antara Komisi I DPR dengan pemerintah dalam upaya mewujudkan digitalisasi penyiaran nasional," ungkapnya.
 
Baca: Kominfo Target Migrasi Siaran Televisi Digital Paling Lambat 2 November 2022
 
Meutya optimistis migrasi teresterial televisi analog menjadi digital akan membuka lapangan pekerjaan secara masif di sektor penyiaran. Mengingat, kebijakan tersebut berpotensi mengembangkan industri penyiaran dalam negeri ke tingkat yang lebih tinggi. Adanya ASO juga akan mendorong keberagaman konten pada industri penyiaran di dalam negeri beberapa waktu ke depan.
 
"Dengan begitu, kebutuhan akan pemain terutama para generasi muda dan berbagai pendukung suatu penyiaran dapat berjalan akan sangat dibutuhkan untuk memproduksi produk-produk penyiaran yang diharapkan bisa menghadirkan konten yang berisi nilai-nilai pendidikan bagi masyarakat," ujar dia.
 
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo Usman Kansong mengungkapkan ASO akan membuat efisiensi spektrum frekuensi atau digital dividen sebesar 112 MHz. Ini dapat digunakan untuk peningkatan kualitas layanan internet dan 5G, peringatan dini bencana, ekonomi digital, pendidikan, dan kesehatan.
 
Manfaat lainnya, kata dia, adalah pemerataan siaran TV yang berkualitas karena lebih stabil dan tahan terhadap gangguan, sehingga gambarnya lebih bersih dan suaranya lebih jernih. Kemudian, terbuka peluang munculnya channel dan program baru, sehingga tontonan semakin beragam, serta berpotensi menumbuhkan 232 ribu lapangan pekerjaan baru.
 
Usman menjelaskan ASO terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama 30 April 2022, tahap kedua 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga 2 November 2022.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif