Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman. Medcom.id/ Kautsar W P
Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman. Medcom.id/ Kautsar W P

Penerapan e-Rekap Harus Melalui Uji Coba

Nasional rekapitulasi suara
Ilham Pratama Putra • 14 November 2019 03:06
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana menggunakan e-rekap pada Pilkada Serentak 2020. Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ikrama Masloman mengatakan sebelum diterapkan e-rekap harus melalui uji publik.
 
"Saya rasa memang penting kan kaeran ini sistem. Segala peralatannya harus benar-benar disiapkan," kata Ikrama kepada Medcom.id, di Jakarta, Rabu 12 November 2019.
 
Menurut dia, perangkat e-rekap juga harus diperhatikan. Ikrama menyoroti ketersediaan alat pendukung seperti kamera.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kebutuhannya kamera. Kamera apakah kamera khusus, kamera yang dipunyai oleh KPPS atau kamera yang disiapkan langsung oleh KPU. Sehingga tidak ada manipulasi," ujar dia.
 
Sehingga publik berfikir e-rekap akuntabel untuk melakukan pemilihan. Secara sistem, Bawaslu juga dapat membantu rekapitulasi secara elektronik.
 
"Tinggal pertanyaannya sistem yang membuat data C1 di-upload secara cepat, kemudian alurnya seperti apa, Sehingga memastikan bahwa di-upload. Saya pikir kalau secara sistem, dengan kemampuan bandwidth di Indonesia yang begitu bagus, kendala sistem untuk menerima data itue nggak terlalu sulit," terang dia.
 
Bagi Ikrama, e-rekap membuka peluang bagi KPU dalam menyusun regulasi-regulasi lain bersama kementrian tentang keamanan data. Hal ini guna menjamin data pemilih benar-benar aman.
 
"Karena ini menyangkut judulnya elektronik. Dan elektronik ini kan juga banyak yang bisa mengakses. Acaman keamanan siber ini yang juga bisa saja dapat mengganggu prosesi e-rekap ataupun kepercayaan publik yang ada ketakutan," pungkas dia.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif