Ilustrasi. Pengunjung melihat senapan penembak jitu atau sniper TNI-AL di Lapangan Brawijaya, Rampal, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (5/10). Foto:MI/Bagus Suryo
Ilustrasi. Pengunjung melihat senapan penembak jitu atau sniper TNI-AL di Lapangan Brawijaya, Rampal, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (5/10). Foto:MI/Bagus Suryo

Prabowo-Trenggono Dinilai Ideal Kawal Pertahanan Negara

Nasional pertahanan negara
Medcom • 01 Desember 2019 20:26
Jakarta: Kombinasi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono dinilai ideal untuk mengawal pertahanan negara. Mereka fokus membenahi internalnya, mulai birokrasi, daya serap anggaran, dan pengadaan alutsista strategis.
 
"Mereka berdua memahami betul visi Presiden Joko Widodo yang ingin memajukan industri pertahanan," kata Direktur Eksekutif Periskop Data, Muhamad Yusuf Kosim, dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 1 Desember 2019.
 
Presiden menekankan menteri pertahanan harus memanfaatkan anggaran belanja dengan baik. Terutama, pentingnya membangun industri alutsista dalam negeri yang memenuhi essential force seperti target pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prabowo-Trenggono juga diminta mengembangkan industri pertahanan dari hulu ke hilir. Instruksi itu dinilai dijalankan Prabowo-Trenggono dengan berkunjung ke PT Pindad, PT PAL Indonesia, dan juga PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Kunjungan itu untuk memenuhi target kebutuhan kapal selam, jet, dan persenjataan.
 
"Prabowo dalam kesempatan kunjungan kerjanya fokus mendengar karena ingin belajar dan mengetahui kondisi pertahanan secara detail," ujar dia.
 
Yuko, sapaan akrabnya, menilai Prabowo-Trenggono tampak saling mengisi sebagai kesatuan dwitunggal di Kementerian Pertahanan.
 
Prabowo terlihat piawai soal alutsista, isu politik internasional, geopolitik, serta physical weapons. Sementara itu, Trenggono fokus memajukan industri pertahanan, membangun kedaulatan siber, ketahanan pangan, energi, kesehatan, dan sistem teknologi informasi.
 
"Keduanya benar-benar kombinasi yang ideal untuk menjaga pertahanan nasional," kata dia.
 
Lulusan Magister Politik Universitas Indonesia ini juga mengapresiasi langkah Prabowo yang akan membenahi Komite Kebijakan Industri Pertahan (KKIP). Kebijakan itu, kata Yuko, positif untuk menerjemahkan visi Jokowi dalam menjalankan sistem anggaran pertahanan yang efektif, efisien, dan bebas korupsi.
 
"Menhan juga lagi mau memperbaharui pengurus KKIP, ini bagus untuk membenahi kebijakan industri pertahanan dalam negeri," pungkas dia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif