Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. ANT/ Wahyu
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. ANT/ Wahyu

Jokowi Minta Rakyat Hentikan Polarisasi

Nasional pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Nur Azizah • 27 Juni 2019 22:57
Jakarta: Presiden terpilih Joko Widodo meminta rakyat Indonesia menghentikan polarisasi kubu 01 dan kubu 02. Menurutnya, yang terpenting ialah persatuan Indonesia.
 
"Tidak ada lagi 01 dan 02, yang ada hanyalah persatuan Indonesia.Walau pilihan politik berbeda, tetapi kita harus saling menghargai," kata Jokowi di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Jokowi berjanji meski berbeda pilihan politik, ia dan wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin akan menjadi presiden dan wakil presiden untuk seluruh rakyat Indonesia. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu yakin ia dan seluruh rakyat Indonesia memiliki visi yang sama, yakni membangun Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya yakin semangat kita sama, yaitu Indonesia yang bersatu untuk membangun Indonesia maju dan mampu bersanding dengan negara-negara besar lainnya," ungkapnya.
 
Jokowi berjanji bakal menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia akan mewujudkan pembangunan yang adil dan merata.
 
"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh partai koalisi, seluruh relawan yang telah bekerja keras. Dan sekali lagi untuk seluruh rakayat Indonesia. Saya dan Kiyai Ma'ruf Amin berjanji akan menjadi presiden dan wakil presiden bagi rakyat Indonesia tanpa Kecuali," pungkas dia.
 
Sementara itu, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno mengakui kekalahannya dan menghormati putusan MK.
 
"Walaupun kami mengerti bahwa keputusan tersebut sangat mengecewakan bagi kami dan para pendukung Prabowo-Sandi, namun sesuai kesepakatan kami akan tetap patuh jalur konstusi kita," Kata Prabowo di kediamannya Jalan Kartanegara 4, Jakarta Selatan, Kamis 27 Juni 2019.
 
Dari jalannya sidang putusan MK hari ini, seluruh gugatan dari pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di tolak. Tak satupun dari 15 petitum yang diajukan BPN di terima MK

 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif