medcom.id, Jakarta: Partai Demokrat tiba-tiba berubah sikap soal RUU Pilkada. Jelang keputusan melalui voting, kader partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu justru meninggalkan ruangan paripurna. Mereka memutuskan walk out.
Sikap tersebut mengejutkan banyak pihak. Otomatis, kini opsi pilkada langsung pun tinggal harapan karena DPR memutuskan pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD.
Dari Washington DC, SBY lalu mengaku kecewa atas hasil voting. Sikap itu tentu berkebalikan dengan yang terjadi di Jakarta.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Malik Haramain mengaku benar-benar kecewa atas sikap Demokrat yang ambigu dan misterius. Anggota Komisi II itu juga menegaskan, sikap WO Demokrat menjadi penyebab utama kekalahan opsi Pilkada langsung. Demokrat, benar-benar hanya menonjolkan pencitraan.
"Kesimpulan kita (PKB), PD tidak sungguh-sungguh memilih opsi langsung. PD hanya ingin dicitrakan seolah-olah partai yang paling demokratis," tegas Malik ketika dihubungi Metrotvnews.com, Jumat (26/9/2014).
medcom.id, Jakarta: Partai Demokrat tiba-tiba berubah sikap soal RUU Pilkada. Jelang keputusan melalui voting, kader partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu justru meninggalkan ruangan paripurna. Mereka memutuskan walk out.
Sikap tersebut mengejutkan banyak pihak. Otomatis, kini opsi pilkada langsung pun tinggal harapan karena DPR memutuskan pemilihan kepala daerah dilakukan melalui DPRD.
Dari Washington DC, SBY lalu mengaku kecewa atas hasil voting. Sikap itu tentu berkebalikan dengan yang terjadi di Jakarta.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Malik Haramain mengaku benar-benar kecewa atas sikap Demokrat yang ambigu dan misterius. Anggota Komisi II itu juga menegaskan, sikap WO Demokrat menjadi penyebab utama kekalahan opsi Pilkada langsung. Demokrat, benar-benar hanya menonjolkan pencitraan.
"Kesimpulan kita (PKB), PD tidak sungguh-sungguh memilih opsi langsung. PD hanya ingin dicitrakan seolah-olah partai yang paling demokratis," tegas Malik ketika dihubungi
Metrotvnews.com, Jumat (26/9/2014).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)