Aliansi Pemuda Dayak berunjuk rasa menolak pemberlakuan RUU Pilkada di Jakarta,  Minggu (19/10/2014)--MI/Rommy Pujianto
Aliansi Pemuda Dayak berunjuk rasa menolak pemberlakuan RUU Pilkada di Jakarta, Minggu (19/10/2014)--MI/Rommy Pujianto

Tolak Perppu Pilkada, Pengamat: Golkar Ingin Kendalikan KMP

Al Abrar • 05 Desember 2014 14:02
medcom.id, Jakarta: Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar merekomendasikan agar Fraksi Golkar di DPR menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pilkada.
 
Pengamat politik dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lusius Karus menilai Partai Golkar ingin menunjukkan pada publik bahwa mereka punya pengaruh sangat besar di Koalisi Merah Putih (KMP). Partai berlambang pohon beringin mencitrakan diri sebagai kunci dan penguasa KMP.
 
"Golkar berpesan kepada partai koalisi bahwa partainya merupakan kunci sekaligus penguasa di KMP. Dengan demikian sikap KMP tunduk di bawah pengaruh Golkar. Golkar adalah pengendali KMP, dan sikapnya bisa mewakili sikap KMP," ujar Lusius yang juga peniliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) kepada Metrotvnews.com, di Jakarta Jumat (5/12/2014).

Menurut Lusius, KMP sebetulnya sudah bersepakat dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mendukung Perppu Pilkada. SBY adalah yang menerbitkan Perppu pada saat dia menjabat presiden. Namun ternyata Golkar mengkhianati kesepakatan itu.
 
Sikapnya tersebut merefleksikan bahwa partai yang dipimpin Aburizal Bakrie tersebut tidak menganggap penting partai lain di KMP.
 
"Ini menggambarkan bahwa Golkar sesungguhnya tidak menganggap perlu dan penting partai-partai lain di satu koalisi," tegasnya.
 
Karena itu dirinya menilai jika pada akhirnya nanti Perppu itu ditolak KMP, hal itu membuktikan bahwa selama ini Golkar lah yang memimpin dan mengendalikan koalisi pendukung Prabowo-Hatta itu.
 
"Jika kemudian sikap KMP berubah sesuai dengan sikap Golkar ini artinya benar bahwa Golkar lah yang mengendalikan KMP," beber Lusius.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>