Salah satu Pesawat Helikopter produk PT Dirgantara Indonesia yang diperkenalkan ke 33 calon Dubes RI,--Foto: MTVN/Anggitondi Martaon
Salah satu Pesawat Helikopter produk PT Dirgantara Indonesia yang diperkenalkan ke 33 calon Dubes RI,--Foto: MTVN/Anggitondi Martaon

Keunggulan Helikopter EC-275 Dibandingkan AW-101 Buatan Italia

Anggi Tondi Martaon • 25 November 2015 21:48
medcom.id, Jakarta: Rencana pemerintah membeli Helikopter VVIP dari Italia disayangkan banyak pihak. Salah satunya oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

PT DI telah memroduksi helikopter EC-275. Halikopter ini diklaim memiliki keunggulan jika dibandingkan helikopter AW-101 buatan Italia. Rencananya, pemerintah akan membeli helikopter AW-101 sebagai penunjang transportasi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"EC-725 versus AW-101 kalau teknologi hampir sama. Yang berbeda EC-275 sudah teruji," kata Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI Andi Alisjahbana kepada awak media di kantornya di PT DI, Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/11/2015).

Andi menerangkan, helikopter EC-725 hanya menggunakan dua mesin. Sementara helikopter AW-101 menggendong tiga mesin. Akibatnya, helikopter buatan Italia ini mudah terdeteksi radar musuh.  
‎
"Engine hit signature AW-101, menimbulkan kepanansan yang lebih tinggi. Itu lebih risiko ditembak kalau musuh pakai pendeteksi panas," kata Andi.

Tak hanya itu, dengan menggending tiga mesin helikopter AW-101 juga dianggap lebih boros mengonsumsi bahan bakar. Padahal waktu tempuh maksimal kedua heli tidak jauh berbeda, yakni enam jam.‎

"Konsumsi bahan bakar AW-101 53 persen lebih banyak dibanding EC-725 karena mereka punya tiga mesin," ungkap dia.

Selain itu, Direktur Niaga PT DI Budiman Saleh mengungkapkan harga yang ditawarkan untuk satu unit helikopter EC-725 kelas VVIP sebesar 35 juta euro atau Rp512 miliar (kurs Rp14611 per € 1).‎ Harga itu lebih murah jika dibandingkan dengan helikopter AW-101 yang dibanderol dengan harga Rp700 miliar.‎

"Pengalam kita jual EC-725 ke TNI AU seharga €20 juta. Untuk VVIP, bakal ada penambahan antara €10-15 juta. Jadi total harga untuk heli VVIP (presiden) €35 juta," kata Budiman Saleh‎.

Meski dibandrrol lebih murah, ‎Direktur Produksi PT DI Arie Wibowo‎ menegaskan, helikopter EC-725 jauh lebih aman. Hal itu dikarenakan pemasangan interior ditangani sendiri anak dalam negeri, sehingga kerahasiaan teknologi lebih terjamin.
‎
"Ada lokal konten yang kita lakukan. Khusus VVIP mestinya dilakukan di negara sendiri bukan negara lain, karena ini menyangkut kerahasiaan," ‎tegas dia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MBM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>