HUT ke-24 PSMTI. Foto: Dok PSMTI
HUT ke-24 PSMTI. Foto: Dok PSMTI

Pesan Moeldoko di Ultah PSMTI: Tak Ada Lagi Istilah Mayoritas-Minoritas

Medcom • 29 September 2022 14:25
Jakarta: Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko memberikan pesan kuat dalam perayaan ulang tahun ke-24 Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Moeldoko menegaskan tak boleh ada lagi istilah mayoritas versus minoritas.
 
"Tidak ada lagi itu minoritas-mayoritas. Saya selalu lantang membicarakan ini, kita adalah bangsa yang besar. Bangsa yang bersatu padu. Tidak ada istilah pribumi dan nonpribumi. Karena kita adalah bangsa Indonesia," kata Moeldoko, saat menghadiri HUT PSMTI di Restaurant SunCity LTC, Jakarta Barat, Rabu, 28 September 2022. Perayaan ini merupakan kali pertama sejak dilanda pandemi covid-19 pada dua tahun lalu.
 
Moeldoko melanjutkan, "Mari kita bersama-sama sebagai bangsa yang besar untuk membangun Indonesia menuju Indonesia maju pada 2045."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga hadir di acara ini. Ia menyampaikan harapannya agar PSMTI terus menjadi bagian masyarakat yang berawal dari gerakan sosial. 
 
"Penting sekali menjaga kesenjangan yang sekarang terjadi karena covid-19 dan geopolitik dunia. Kita harus hadir membantu rakyat kita. Dan tadi saya tawarkan bagaimana kita berkesinambungan antara BUMN dan PSMTI turun membantu masyarakat yang kesulitan," kata dia.
 
Erick mengatakan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BUMN saat ini fokus pada tiga hal. Meliputi pendidikan, lingkungan hidup, dan pendampingan bagi usaha kecil dan menengah (UKM) yang merupakan basis ekonomi Indonesia.
 
Ketua Dewan Pembina PSMTI, Murdaya Poo, menegaskan bahwa Indonesia adalah Tanah Air bagi anggota PSMTI. Dia berharap di antara anggota selalu rukun dan bersatu. 
 
"PSMTI juga harus selalu dapat merangkul organisasi-organisasi marga Tionghoa lainnya untuk mewujudkan Indonesia maju, adil, dan sejahtera," kata Murdaya Poo.
 
Murdaya melanjutkan PSMTI senantiasa berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kerukunan bangsa Indonesia. 
 
Baca: Happy Saputra, Pria Keturunan Tionghoa Pertama yang Lulus Akpol
 
PSMTI merupakan organisasi kemasyarakatan suku Tionghoa Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia tingkat nasional yang berdiri sejak 28 September 1998. Saat ini anggotanya telah tersebar di 31 Provinsi serta 300 kota/kabupaten se-Indonesia. 
 
PSMTI bersifat sosial, budaya, dan kemasyarakatan. PSMTI merupakan wadah komunikasi, interaksi, penyerap, dan penyalur aspirasi suku Tionghoa di Indonesia dengan lembaga negara, instansi pemerintah, organisasi, dan komponen masyarakat lain.
 
Pada acara tersebut turut hadir Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Ketua Dewan Pembina PSMTI Murdaya Poo, beserta beberapa anggota DPR seperti Prof Hendrawan Supratikno, Sudin, Ichsan Soelistio, Daniel Johan, dan Bambang Patijaya.
 
"Hari ini PSMTI sudah berusia 24 tahun dan telah menjadi rumah besar bagi etnis Tionghoa Indonesia. Untuk itu, perlu peningkatan pembangunan NKRI secara bersama-sama seluruh komponen bangsa lainnya," tutur Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta.
 
Wilianto kagum dan berterima kasih atas kehadiran tokoh-tokoh nasional di acara perayaan HUT ke-24 PMSTI. Ia menggugah anggotanya untuk terus mengembangkan inovasi.
 
"Ini tugas kita bersama. Terus dukung program pemerintah agar pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat dari pandemi covid-19 untuk menuju Indonesia Maju dan jaya," kata pengusaha asal Makassar itu.
 
(UWA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif