Ketua DPR Bambang Soesatyo saat menghadiri Sidang ke-138 IPU di Jenewa, Swiss, Sabtu, 24 Maret 2018. Foto: Istimewa
Ketua DPR Bambang Soesatyo saat menghadiri Sidang ke-138 IPU di Jenewa, Swiss, Sabtu, 24 Maret 2018. Foto: Istimewa

IPU Diminta Dukung Indonesia Jadi Anggota DK PBB

Nasional parlemen dk pbb
25 Maret 2018 07:06
Jenewa: Organisasi Parlemen Dunia (The Inter-Parliamentary Union/IPU) diminta mendukung Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2019-2020. Permintaan itu dilontarkan Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat mengikuti Sidang ke-138 IPU di Jenewa, Swiss, Sabtu, 24 Maret 2018.
 
Dalam pertemuan bilateral sesi pertama antara Indonesia dengan Argentina, Turki, Vietnam, Sudan serta Delegasi Asean+3, Bamsoet menekankan pentingnya meningkatkan kerja sama antarparlemen dan pemerintahan.
 
"Peningkatan kerja sama ini untuk menciptakan tatanan global yang lebih baik," kata Bamsoet, melalui pesan elektronik, Minggu, 25 Maret 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Poin penting yang dibahas dalam pertemuan ini adalah perlindungan terhadap pengungsi dan migrasi internasional. Di pertemuan tersebut Bamsoet juga menanggapi keinginan Ketua Parlemen Argentina Federico Pinedo agar Argentina ikut serta dalam TAC-ASEAN.
 
“Indonesia secara sungguh-sungguh akan menggalang dukungan dari negara anggota ASEAN untuk Argentina,” kata Bamsoet.
 
Bamsoet mengemukakan isu lain yang menjadi diskusi hangat dalam pertemuan bilateral itu, yakni penanggulangan terorisme, penghapusan kejahatan kemanusiaan, dan penanganan pengungsi Rohingya di Bangladesh. Indonesia mendesak pemerintah Myanmar untuk menciptakan stabilitas dan menghentikan kekerasan di Rakhine.
 
“Bahkan Indonesia mendorong Myanmar melaksanakan rekomendasi Komisi Kofi Annan,” papar Bamsoet.
 
Baca: Indonesia Berhasil Galang 2/3 Suara Dukungan untuk Anggota DK PBB
 
Ketua DPR meminta secara khusus kepada Ketua Parlemen Vietnam Nguyen Thi Kim Nga untuk ikut memberantas illegal fishing. Hubungan bilateral melalui kerja sama di bidang otomotif juga diharapkannya dapat meningkatkan target nilai perdagangan Indonesia-Vietnam. Pada 2015 kerja sama di bidang otomotif menyumbang US$5 milyar. Ia berharap meningkat menjadi US$10 miliar pada 2018.
 
Bamsoet juga mengajak Ketua Parlemen Turki Ismail Kahraman ikut serta mengatasi krisis Rohingya, khususnya di forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Apalagi Turki disebut sebagai salah satu negara Muslim demokratis yang paling berpengaruh di dunia.
 
"Ayo saling bersinergi sebagai focal point dunia Islam dalam memperjuangkan hak-hak kemanusiaan seperti yang terjadi di Palestina dan Rohingya," ucap Bamsoet.
 
Sidang ke-138 IPU berlangsung dari 24 hingga 26 Maret 2018. Sidang diikuti 146 negara dan dihadiri langsung oleh 69 ketua parlemen (DPR) dari negara-negara anggota. Total peserta 1.539 anggota delegasi, termasuk 12 anggota delegasi dan 3 adviser dari DPR RI yang dipimpin Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.
 
Bamsoet didampingi pimpinan dan anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP), Nurhayati Assegaf, Bara Hasibuan, Budisatrio Djiwandono. Turut serta di dalam rombongan, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah, serta Anggota DPR Ahmad Sahroni, Muhammad Misbakhun, Agun Gunanjar Sudarsa, dan Johnny Plate.
 

 

(UWA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif