Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (tengah) saat rapat kerja dengan Komisi II DPR. Foto: MI/ Mohamad Irfan.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (tengah) saat rapat kerja dengan Komisi II DPR. Foto: MI/ Mohamad Irfan.

Tito Sebut Terimbas Masalah Kekurangan Blanko KTP-el

Nasional e-ktp
Arga sumantri • 27 November 2019 04:03
Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian buka suara soal kekosongan blanko KTP-elektronik. Ia menyebut permasalahan ini merupakan warisan periode sebelumnya.
 
"Saya sendiri baru, kira-kira satu bulan. Dan program ini (blanko KTP-el) dibuat tahun 2018 untuk kegiatan 2019. Jadi ini tumpahan masalah nih," kata Tito dalam rapat kerja dengan Komisi II di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 26 November 2019.
 
Sebagai pimpinan Kementerian Dalam Negeri yang baru, Tito ingin mencari solusi permasalahan kekurangan blanko KTP-el. Menurut dia, ini merupakan permasalahan mendesak dan dibutuhkan masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang kami lakukan sebagai pimpinan kemendagri yang baru, adalah mencari solusi dari permasalahan mendesak yg diminta masyarakat. Yg berlangsung di masyarakat, KTP ini," papar Tito.
 
Tito sempat dicecar terkait masalah kekurangan blanko KTP-el dalam rapat kerja dengan Komisi II. Anggota Komisi II Johan Budi meminta penjelasan terkait kekurangan blanko KTP-el tahun 2019 yang mencapai 7,4 juta keping dengan nilai anggaran mencapai Rp78 miliar. Sementara, hanya 3,5 juta keping blanko KTP-el yang terpenuhi dengan nilai Rp37 miliar.
 
"Artinya blanko yang kurang lebih besar, bahkan hampir dua kali lipat dari yang terpenuhi oleh anggaran awal di bulan April. Ini saya ingin dapat gambaran," kata Johan Budi.
 
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mengajukan pergeseran anggaran di internal Kemendagri untuk menambal kekurangan blanko KTP-elektronik (KTP-el) hingga akhir tahun ini. Tito menjelaskan kalau total kebutuhan blanko KTP-el hingga akhir 2019 sebanyak 11 juta keping.
 
Sebanyak delapan juta di antaranya untuk kebutuhan reguler. Sedangkan, sisanya untuk kebutuhan pemekaran wilayah.
 
Tito menambahkan dari 11 juta keping kebutuhan blanko KTP-el pada 2019, sebanyak 3,5 juta sudah terpenuhi. Nilai anggarannya sebesar Rp37,6 miliar.
 
"Masih kurang 7.437.719 keping, dan kebutuhan anggarannya Rp78,6 miliar," kata Tito dalam rapat kerja.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif