Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh. (Foto: MI/Susanto)
Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh. (Foto: MI/Susanto)

RUU PDB Disebut Upaya Menjaga Kerahasiaan Data Masyarakat

Nasional kependudukan identitas
Kautsar Widya Prabowo • 31 Juli 2019 02:03
Jakarta: Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh mengatakan Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDB) terus digodok bersama Komisi I DPR. Teknis penyimpanan data pribadi hingga pemanfaatan data masuk dalam poin-poin RUU tersebut.
 
"Pertama pengumpulan datanya harus benar. Yang kedua penyimpanan datanya harus benar. Yang ketiga pemanfaatan datanya harus benar, dan masyarakat yang datanya sedang digunakan itu dia mengerti bahwa datanya sedang dipakai," ujar Zudan di Gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juli 2019.
 
Menurut Zudan, nantinya lembaga keuangan seperti perbankan tidak bisa sewenang-wenang menggunakan data pribadi milik nasabahnya. Kecuali, jika nasabah tersebut tengah melakukan transaksi keuangan dengan perbankan yang bersangkutan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi bank hanya boleh membuka data 'X' kalau 'X' ini bertransaksi dengan bank. Asuransi membuka data 'Y' bila 'Y' sedang bertransaksi dengan asuransi," jelasnya.
 
Selain itu, Zudan menyebut RUU PDB menjadi langkah pemerintah dalam menjaga kerahasiaan data pribadi masyarakat dari ancaman oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Pasalnya, belakangan ini masyarakat diresahkan dengan adanya kasus jual beli data kependudukan seperti Nomer Induk Kependudukan (NIK) hingga Kartu Keluarga (KK) melalui media sosial.
 
Zudan meminta kepada masyarakat agar tidak mudah menyerahkan data pribadi kepada pihak lain. Terlebih, jika pihak tersebut merupakan rentenir elektronik yang dengan mudah dapat menyalahgunakan data masyarakat, ketika tidak sanggup melunasi utang.
 
"Tagline itu begini, data anda keamanan anda. Masyarakat hati-hati, datanya jangan dishare ke mana-mana," pungkasnya.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif