Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.
Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.

Jokowi Tak Ingin Indonesia Ditekan Lantaran Isu Energi Fosil

Nasional Jokowi Pertamina PLN Energi Terbarukan Transisi Energi Energi Hijau
Dhika Kusuma Winata • 20 November 2021 16:35
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak ingin Indonesia mendapat tekanan terkait isu energi fosil. Transisi ke energi hijau menjadi keharusan lantaran di tingkat global energi fosil kemungkinan akan disetop.
 
"Karena akan ditekan kita, jangan berinvestasi di Indonesia karena masih gunakan fosil. Jangan beri bantuan ke Indonesia karena masih menggunakan fosil. Nekannya mesti kayak gitu, ini yang harus harus kita antisipasi," ucap Jokowi melalui rilis Sekretariat Presiden, Sabtu, 20 November 2021.
 
Jokowi meminta Pertamina dan PLN segera menyiapkan desain besar transisi ke energi hijau. Jokowi menyebut tren global ke depan akan meninggalkan energi fosil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal itu mengemuka dalam pertemuan G20 dan COP26. Sementara itu, bisnis Pertamina dan PLN saat ini masih mengandalkan energi fosil.
 
"Penggunaan mineral fosil itu pada suatu titik akan disetop. Padahal kondisinya PLN misalnya penggunaan batu baranya masih sangat besar sekali. Pertamina posisinya juga pada bisnis minyak dan gas yang mau tidak mau itu juga akan terkena imbasnya kalau ke depan semuanya mengarah ke mobil listrik," kata dia.
 
Jokowi mengaku memang ada kesenjangan dalam hal pendanaan terkait transisi energi. Pasalnya, energi baru dan terbarukan masih tergolong mahal sehingga membutuhkan investasi besar. Persoalan itu juga disampaikan Jokowi dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada KTT Perubahan Iklim COP26.
 
"Negara-negara besar jangan hanya bicara saja tapi ini ada problem gap ini siapa yang nanggung, siapa yang harus menyelesaikan. Kalau negara berkembang enggak mungkin nyuruh-nyuruh, enggak bisa kita. Saya sampaikan, mereka (negara maju) kelihatannya sudah mau. Dari janji setiap tahun USD100 miliar untuk semuanya, seluruh dunia setiap tahun. Jangan hanya memberikan bayangan angka tapi duitnya enggak nongol kita ngomong blak-blakan saja," ucap Jokowi.
 
Baca: Jokowi Nilai Transisi ke Energi Hijau Untungkan Necara Pembayaran
 
Kepala Negara juga meminta Pertamina dan PLN bersiap untuk merencanakan transisi energi secara bertahap dan menerima investasi. Jokowi ingin investasi yang hendak masuk tak terhalang lantaran kerumitan birokrasi.
 
"Yang berkaitan dengan investasi saya melihat sebetulnya investasi yang ingin masuk ke Pertamina ke PLN ngantre dan banyak sekali. Tapi ruwetnya itu ada di birokrasi kita dan juga ada di BUMN kita sendiri," ujarnya.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif