Presiden Jokowi/Biro Pers Istana
Presiden Jokowi/Biro Pers Istana

Nama Calon Dubes Usulan Jokowi Beredar, Fadjroel Rachman hingga Rosan Roeslani

Anggi Tondi Martaon • 25 Juni 2021 21:33
Jakarta: Daftar nama calon duta besar (dubes) Indonesia untuk sejumlah negara sahabat beredar. Total ada 33 nama yang diserahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
 
Dari daftar tersebut, ada sejumlah nama yang tak asing bagi publik. Di antaranya, juru bicara Presiden Fadjroel Rachman dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani.
 
Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tak secara tegas membenarkan atau membantah daftar nama tersebut. Dia beralasan tak hafal daftar calon dubes yang diserahkan Jokowi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya enggak hapal nama-namanya," kata Dasco saat dihubungi, Jakarta, Jumat, 25 Juni 2021.
 
Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid. Dia tak mengetahui secara rinci 33 nama calon dubes tersebut.
 
"Kurang lebih demikian. Saya ndak (hafal) jika disclose satu per satu. Tapi ya kurang lebihnya demikian," kata Meutya.
 
Dia hanya menyampaikan 33 nama calon dubes tersebut tersebut bakal menjalani uji kepatutan dan kelayakan nantinya di DPR. Direncanakan, kegiatan tersebut dilakukan bulan depan. 
 
"Kami jadwalkan fit and proper test minggu kedua Juli," ujar dia.
 
Sebelumnya, Ketua DPR Puah Maharani menyampaikan pimpinan DPR menerima sejumlah surat dari Presiden Jokowi. Salah satunya terkait calon dubes Indonesia untuk negara sahabat dan organisasi internasional. 
 
Berikut ini daftar nama calon Dubes RI yang beredar di kalangan wartawan:
 
1. Ade Padmo Sarwono untuk Kerajaan Yordania Hashimiah merangkap Palestina
2. Bebeb AK Djundjunan untuk Republik Yunani
3. Tatang BU Razak untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda, Barbados dan Federasi Saint Kitts dan Nevis
4. Pribadi Sutiono untuk Republik Slowakia
5. Siswo Pramono untuk Australia merangkap Republik Vanuatu
6. Triyogo Jatmiko untuk Republik Persatuan Tanzania, merangkap Republik Burundi dan Republik Rwanda
7. Heru Subolo untuk Republik Rakyat Bangladesh merangkap Republik Demokratik Federal Nepal
8. Okto Dorinus Manik untuk Republik Demokratik Timor Leste
9. Mayjen TNI Gina Yoginda untuk Republik Islam Afghanistan
10. Sunarko untuk Republik Sudan
11. Dewi Tobing untuk Sri Lanka merangkap Republik Maladewa
12. Lena Maryana Mukti untuk Kuwait
13. Ghafur Akbar Dharmaputra untuk Ukraina merangkap Republik Armenia, dan Georgia
14. Rudy Alfonso untuk Republik Portugal
15. Muhammad Najib untuk Kerajaan Spanyol merangkap United Nations World Tourism Organization (UNWTO)
16. Ardi Hermawan untuk Kerajaan Bahrain
17. Agus Widjojo untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall Islands dan Republik Palau
18. Ina Hagniningtyas Krisnamurthi untuk Republik India merangkap Kerajaan Bhutan
19. Fadjroel Rachman untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan
20. Daniel TS Simanjuntak untuk Kanada merangkap International Civil Aviation Organization (ICAO)
21. Mohamad Oemar untuk Prancis merangkap Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, dan United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)
22. Abdul Aziz untuk Kerajaan Arab Saudi merangkap Organization of Islamic Cooperation (OIC)
23. Muhammad Prakosa untuk Italia merangkap Republik Malta, Republik Siprus, Republik San Marino, Food and Agriculture Organization (FAO), International Fund and Agricultural Development (IFAD), World Food Programme (WFP), dan International Institute for the Unification of Private Law (UNIDROIT)
24. Gandi Sulistiyanto Soeherman untuk Republik Korea
25. Zuhairi Misrawi untuk Republik Tunisia
26. Anita Lidya Luhulima untuk Republik Polandia
27. Rosan Perkasa Roeslani untuk Amerika Serikat
28. Fientje Suebu untuk Selandia Baru merangkap Samoa, Kerajaan Tonga, dan Kepulauan Cook dan Niue
29. Damos Dumoli Agusman untuk Republik Austria merangkap Republik Slovenia, United Nations Office at Vienna (UNOV) yang terdiri dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), United Nations Commission on International Trade Law (UNCITRAL), United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), International Atomic Energy Agency (IAEA), Preparatory Commission for the Comprehensive Nuclear-TestBan Treaty Organization (CTBTO), OPEC Fund for International Development (OFID) dan International Anti-Corruption Academy (IACA)
30. Suwartini Wirta untuk Republik Kroasia
31. Derry MI Amman untuk Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Association of Southeast Asian Nation (ASEAN)
32. Arrmanatha Nasir untuk Perserikatan Bangsa Bangsa dan organisasi-organisasi internasional lainnya
33. Febrian A Ruddyard Untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, World Trade Organization (WTO), dan organisasi-organisasi internasional lainnya di Jenewa.
 
(NUR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif