Para pebulu tangkis Indonesia mengangkat trofi Piala Thomas 2020 (Foto: AFP/Claus Fisker/Ritzau Scanpix)
Para pebulu tangkis Indonesia mengangkat trofi Piala Thomas 2020 (Foto: AFP/Claus Fisker/Ritzau Scanpix)

NasDem Apresiasi Atlet Indonesia Rebut Piala Thomas

Anggi Tondi Martaon • 18 Oktober 2021 16:56
Jakarta: Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem bidang Pemuda dan Olahraga, Mohammad Haerul Amri mengapresiasi prestasi para atlet bulu tangkis Indonesia membawa pulang Piala Thomas Cup 2020. Indonesia berhasil mengalahkan Tiongkok 3-0 pada final Thomas Cup 2020 di Aarhus, Denmark.
 
"Ini kado istimewa bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Mohammad Haerul Amri melalui keterangan tertulis, Senin, 18 Oktober 2021.
 
Baca: Presiden: Piala Thomas Kembali ke Indonesia Setelah Penantian 19 Tahun

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apresiasi juga diberikan kepada para pelatih dan official. Mereka dinilai memberikan sumbangsih besar terhadap capaian tersebut.
 
"Jangan lupa para pelatih dan seluruh tim juga kita apresiasi, tanpa mereka sulit untuk meraih kemenangan," ujar Sekretaris Jenderal DPP Garda  Pemuda (GP) NasDem itu.
 
Namun sayang, prestasi yang sudah dinanti 19 tahun lalu itu tidak bisa dinikmati dengan sempurna. Pasalnya, tidak ada pengibaran bendera merah putih saat upacara penghormatan pemenang (UPP) Piala Thomas Cup kepada perwakilan Indonesia. 
 
"Sangat disayangkan bendera kebanggaan seluruh rakyat Indonesia tidak boleh berkibar karena urusan sanksi dari badan doping internasional yakni WADA (World Anti-Doping Agency)," sebut dia.
 
Dia meminta pemerintah segera menyelesaikan masalah tersebut. Peristiwa ini tidak boleh terjadi lagi karena membuat nama dan citra Indonesia rusak di mata dunia internasional.
 
"Sangat disayangkan sekali. Gara-gara kelalaian Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) dan Kemenpora yang menjadi korbannya adalah bangsa Indonesia," ujarnya.
 
Dia menegaskan permasalahan ini tidak cukup diselesaikan dengan permintaan maaf. Pemerintah harus merombak total kepengurusan LADI maupun di internal Kemenpora. 
 
"Ini murni bukan hanya kelalaian semata. Tetapi, karena rendahnya etos kerja di LADI maupun Kemenpora. Solusinya evaluasi total," ujar dia. 

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif