medcom.id, Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mendesak menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, untuk mundur dari jabatannya karena sibuk mengurusi pemenangan Pilpres 2014.
"Setiap detik waktu pasti bernilai, jadi akhirnya menteri-menteri termaksud sudahlah mengundurkan diri saja, biar elegan. Berani berbuat kok enggak berani bertanggung jawab," ketus Ramadhan melalui pesan singkat yang diterima Metrotvnews.com, Kamis (6/5/2014).
Sebaliknya, kata Ramadhan, jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghendaki untuk merombak kabinetnya di kahir masa pemerintahan, itu adalah hak prerogatifnya. Menurut Ramadhan, lebih baik merombak kabinet jelang akhir masa pemerintahan, daripada membiarkan kinerja pemerintah tak berjalan optimal.
"Jika Presiden mau mengganti menteri-menterinya, enggak masalah. Kepentingan bangsa dan negara adalah teratas, tak jadi soal masa pemerintahan tinggal 4-5 bulan," tutur Ramadhan.
Bahkan dia menuding sejumlah menteri saat ini sibuk meninggalkan tanggung jawabnya, demi mencari kendaraan baru pada pemerintahan lima tahun mendatang yakni mendukung kegiatan kampanye salah satu pasangan capres-cawapres.
"Termasuk menteri-menteri yang aktivitasnya didominasi mencari peluang baru ke presiden baru, mungkin takut ketinggalan kereta," ketus Ramadhan.
medcom.id, Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mendesak menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, untuk mundur dari jabatannya karena sibuk mengurusi pemenangan Pilpres 2014.
"Setiap detik waktu pasti bernilai, jadi akhirnya menteri-menteri termaksud sudahlah mengundurkan diri saja, biar elegan. Berani berbuat kok enggak berani bertanggung jawab," ketus Ramadhan melalui pesan singkat yang diterima
Metrotvnews.com, Kamis (6/5/2014).
Sebaliknya, kata Ramadhan, jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghendaki untuk merombak kabinetnya di kahir masa pemerintahan, itu adalah hak prerogatifnya. Menurut Ramadhan, lebih baik merombak kabinet jelang akhir masa pemerintahan, daripada membiarkan kinerja pemerintah tak berjalan optimal.
"Jika Presiden mau mengganti menteri-menterinya, enggak masalah. Kepentingan bangsa dan negara adalah teratas, tak jadi soal masa pemerintahan tinggal 4-5 bulan," tutur Ramadhan.
Bahkan dia menuding sejumlah menteri saat ini sibuk meninggalkan tanggung jawabnya, demi mencari kendaraan baru pada pemerintahan lima tahun mendatang yakni mendukung kegiatan kampanye salah satu pasangan capres-cawapres.
"Termasuk menteri-menteri yang aktivitasnya didominasi mencari peluang baru ke presiden baru, mungkin takut ketinggalan kereta," ketus Ramadhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LAL)