Wakil Presiden Jusuf Kalla--Antara/Wahyu Putro
Wakil Presiden Jusuf Kalla--Antara/Wahyu Putro

Cerita JK yang Tak Bisa Nikmati Gerhana Matahari 1983

Nasional jusuf kalla gerhana matahari total
Antara • 09 Maret 2016 12:29
medcom.id, Palu: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bercerita tentang gerhana matahari tahun 1983. Saat itu, JK tak dapat menikmati gerhana matahari.
 
"Dulu waktu gerhana saya sembunyi dalam rumah. Tahun 1983 waktu itu, saya jaga anak saya. Jangan sampai keluar rumah," kata JK setelah menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) di Lapangan Sepakbola Kotapulu, Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (9/3/2016).
 
Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memilih Kotapulu sebagai tempat pemantauan GMT. Hal tersebut lantaran titik tersebut merupakan titik terlama GMT, di Sulawesi Tengah yakni 2 menit 22 detik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain Wakil Presiden juga hadir sejumlah Menteri Kabinet yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yudi Krisnandi, Menkominfo Rudiantara, Ketua Komisi V DPR RI Muhidin Said dan pengusaha nasional Sofyan Wanandi.
 
Hadir pula sejumlah peneliti dan astronot dari berbagai negara menyaksikan langsung fenomena alam yang langkah tersebut. JK mengatakan pengetahuan orang dulu dengan sekarang sangat jauh berbeda, sehingga fenomena alam yang begitu indah tidak dinikmati.
 
Waktu itu, sambung JK, dirinya berjalan di dalam rumah sambil merunuk. Dia mengaku takut melihat ke atas, karena khawatir terkena dampak cahaya gerhana matahari.
 
Keterbelakangan informasi dan pengetahuan ketika itu, kata JK, diperburuk dengan kondisi negara yang cenderung otoriter. Sehingga apa yang disampaikan oleh pejabat negara, itu pula yang ditaati masyarakat.
 
Menurut JK, adanya informasi negatif terhadap peristiwa gerhana matahari pada tempo dulu, karena akibat belum baiknya pengetahuan masyarakat. "Padahal di negara lain tidak seperti itu," ucapnya singkat.
 
Saat ini, lanjutnya, pengetahuan telah berkembang pesat sehingga peristiwa gerhana matahari sudah dapat diprediksi dengan tepat termasuk titik koordinat pemantauan. JK mengatakan gerhana matahari bukanlah sesuatu yang ditakuti dan dikhawatirkan. "Ini bukan peristiwa aneh dan mitos. Bukan hal yang perlu ditakutkan," pungkasnya.
 

(YDH)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif