Jakarta: Ketua Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif Veri Junaidi meminta DPR periode 2019-2024 mendengarkan suara rakyat. Anggota DPR anyar harus membuka telinga lebar-lebar.
"Itulah kenapa gunanya telinga dibikin dua. Dan mulut satu. Supaya lebih banyak mendengarkan bukan berbicara, apalagi bicara salah," kata Veri di Upnormal Coffee, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 14 Oktober 2019.
Veri meminta anggota Parlemen lebih banyak mendengar masukan masyarakat. Legislator harus lebih peka.
"DPR perlu memperbanyak telinga. Untuk dapat mendengarkan apa yang kemudian menjadi kepentingan publik," ujar dia.
Veri juga menyorot peran Mahkamah Konstitusi (MK) dalam mengawasi tindak-tanduk DPR. Veri meminta MK mengawal langkah DPR jika keluar jalur.
"Kalau DPR sudah tidak mau mendengar, ke mana lagi harus mengadu. Satu-satunya cara untuk mengadu lewat judicial review di MK," kata Veri.
Menurutnya, MK harus dijaga agar banyak kepentingan politik di DPR bisa dikoreksi dan diperbaiki.
Jakarta: Ketua Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Inisiatif Veri Junaidi meminta DPR periode 2019-2024 mendengarkan suara rakyat. Anggota DPR anyar harus membuka telinga lebar-lebar.
"Itulah kenapa gunanya telinga dibikin dua. Dan mulut satu. Supaya lebih banyak mendengarkan bukan berbicara, apalagi bicara salah," kata Veri di Upnormal Coffee, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 14 Oktober 2019.
Veri meminta anggota Parlemen lebih banyak mendengar masukan masyarakat. Legislator harus lebih peka.
"DPR perlu memperbanyak telinga. Untuk dapat mendengarkan apa yang kemudian menjadi kepentingan publik," ujar dia.
Veri juga menyorot peran Mahkamah Konstitusi (MK) dalam mengawasi tindak-tanduk DPR. Veri meminta MK mengawal langkah DPR jika keluar jalur.
"Kalau DPR sudah tidak mau mendengar, ke mana lagi harus mengadu. Satu-satunya cara untuk mengadu lewat
judicial review di MK," kata Veri.
Menurutnya, MK harus dijaga agar banyak kepentingan politik di DPR bisa dikoreksi dan diperbaiki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DRI)