Anggota Panitia Kerja (Panja) Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Arsul Sani - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Anggota Panitia Kerja (Panja) Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Arsul Sani - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Panja RKUHP Minta Masukan Formulasi Pasal Penodaan Agama

Nasional kuhp rancangan kuhp
Whisnu Mardiansyah • 05 Juli 2019 12:16
Jakarta: Anggota Panitia Kerja (Panja) Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Arsul Sani meminta masukan perumusan pasal penodaan agama. Pasal ini masih menjadi perdebatan dan penolakan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM).
 
"Itulah yang kami terbuka. Mereka kan juga belum nyumbang kok (usulan formulasi penodaan agama). Drafnya seperti apa? Tapi jangan berdebat soal enggak perlu ada pasal itu. Capek kalau itu," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Juli 2019.
 
Arsul menyebut perdebatan pasal penodaan agama hanya soal politik hukum. LSM menginginkan pasal ini dihapus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"LSM ini maunya tidak ada pasal tindak pidana penodaan agama meskipun dia masuknya dengan mengatakan rumusannya belum benar," beber Arsul.
 
Politikus PPP itu menyebut DPR dan pemerintah sudah sepakat pasal penodaan agama perlu ada sebagai bagian politik hukum di Indonesia. Namun, untuk menghindari subjektivitas penjeratan pasal memang diperlukan penguatan formulasi bunyi pasal.
 
(Baca juga:Komnas HAM Tolak Pengesahan RKUHP Bermasalah)
 
"Bahwa itu perlu supaya tidak gampang menjerat berarti itu urusannya formulasi pasal," ujar Arsul.
 
Dari draf sementara per 25 Juni 2019 pasal penodaan agama RKUHP di Pasal 250 dan Pasal 313 berbunyi:
 
Pasal 250 RKUHP:
Setiap orang yang di muka umum melakukan penghinaan terhadap satu atau beberapa golongan penduduk Indonesia berdasarkan ras, kebangsaan, etnis, warna kulit, dan agama, atau terhadap kelompok berdasarkan jenis kelamin, umur, disabilitas mental, atau disabilitas fisik dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau pidana denda paling banyak Kategori IV.
 
Pasal 313 RKUHP:
Setiap orang di muka umum melakukan penghinaan terhadap agama yang dianut di Indonesia dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Kategori V.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif