Konferensi pers Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi). Foto: Medcom.id/Jufriansyah
Konferensi pers Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi). Foto: Medcom.id/Jufriansyah

Ari Askhara Disebut Sejak Lama Bermasalah

Nasional Garuda Indonesia
Jufriansyah • 06 Desember 2019 15:56
Jakarta: Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) senang Direktur PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra (Ari Askhara) dipecat. Ketua Umum Ikagi Zaenal Muttagin menyebut banyak kebijakan Ari yang merugikan awak kabin selama jadi Dirut.
 
"Kami dukung respons cepat Pak Erick (Menteri BUMN Erick Thohir) sudah memecat Ari Askhara terkait kasus penyelundupan Harley Davidson di pesawat Garuda," kata Zaenal di RA Residence, Cilandak, Jakarta Selatan Jumat, 6 Desember 2019.
 
Menurut Zaenal, ada sejumlah kebijakan Ari yang menuai kontrovesi dan merugikan maskapai hingga konsumen. Misalnya, pemalsuan laporan keuangan 2018 PT Garuda Indonesia pada 2018. Dalam laporan keuangan 2018, kata dia, PT Garuda Indonesia sebetulnya merugi, tapi dipalsukan menjadi untung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Zaenal mengatakan Ari juga mengeluarkan kebijakan untuk membolehkanlive music di pesawat. Ari juga disebut pernah mengalihkan rute penerbangan London dan Amsterdam melalui Denpasar, Bali.
 
"Larangan foto dan video dalam pesawat terhadap penumpang, hingga penyelundupan Harley Davidson," kata Zaenal.
 
Menurut Zaenal, ada Ari juga pernah mengeluarkan kegijakan yang merugikan awak kabin. Misalnya, menghentikan iuran anggota, mempersulit terjadinya Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dan melarang terbang para pengurus serikat pekerja.
 
"Ari juga melakukan PHK (pemutusan hubungan kerja) tanpa dasar jelas beberapa awak kabin, hingga membentuk serikat pekerja tandingan yang membela kepentingannya," ungkapnya.
 
Zaenal menuturkan pemecatan Ari Askhara sebagai Dirut Garuda Indonesia belum cukup. Ia berharap Kementerian BUMN mengusut tuntas keterlibatan jajaran direksi lain yang diduga melakukan tindakan serupa.
 
"Masih banyak jajaran direksi yang berupaya melakukan langkah-langkah kebijakan merugikan terhadap awak kabin dan juga terhadap perusahaan, anak perusahaan, karyawan secara langsung dan tidak langsung terhadap masyarakat sebagai penumpang," terang Zaenal.
 
Zaenal mengharapkan jajaran direksi Garuda Indonesia akan diisi oleh sosok-sosok yang profesional, berakhlak, dan beretika baik. Dengan begitu mampu mewujudkan perusahaan yang menguntungkan bagi semua pihak.
 
"Kami dari awak kabin ingin kasus Ari Askhara sebagai pelajaran, sehingga nantinya Garuda Indonesia menjadi perusahaan yang baik," ujarnya.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif