Jakarta: Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Siane Indriani menyebut Pilpres 2019 tak jauh beda dengan sebelumnya. Perbedaannya hanya pada calon wakil presiden yang dipinang masing-masing calon presiden.
Siane menilai pasangan calon presiden telah memiliki basis yang memilih pada Pilpres 2014. Sehingga, pasangan capres dan cawapres bakal menyoroti suara tambahan pemilih pemula yang belum ikut memilih di Pilpres 2014.
"Sekarang ini hanya mencari tambahan suara dari swing voters," kata Siane dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertemakan 'Kampanye Asik, Damai dan Anti Hoax' di Jakarta, Sabtu, 22 September 2018.
Mantan Komisioner Komnas HAM ini menyebut suara tambahan itu menyasar pada kalangan milenial. Sekalipun, para kaum muda itu sudah pasti memiliki pilihannya masing-masing.
"Swing voters itu dari kalangan milenial, jadi kita bicara memperebutkan suara dari milenial di tengah perkembangan teknologi informasi," ujarnya.
Menurut dia, persaingan dalam Pilpres 2019 akan seketat sebelumnya. Apalagi, capres yang bertanding masih sama, Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
"Sebetulnya masyarakat sudah punya pilihan, ini kan rematch dengan calon yang sama," pungkasnya.
Jakarta: Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Siane Indriani menyebut Pilpres 2019 tak jauh beda dengan sebelumnya. Perbedaannya hanya pada calon wakil presiden yang dipinang masing-masing calon presiden.
Siane menilai pasangan calon presiden telah memiliki basis yang memilih pada Pilpres 2014. Sehingga, pasangan capres dan cawapres bakal menyoroti suara tambahan pemilih pemula yang belum ikut memilih di Pilpres 2014.
"Sekarang ini hanya mencari tambahan suara dari
swing voters," kata Siane dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertemakan 'Kampanye Asik, Damai dan Anti Hoax' di Jakarta, Sabtu, 22 September 2018.
Mantan Komisioner Komnas HAM ini menyebut suara tambahan itu menyasar pada kalangan milenial. Sekalipun, para kaum muda itu sudah pasti memiliki pilihannya masing-masing.
"
Swing voters itu dari kalangan milenial, jadi kita bicara memperebutkan suara dari milenial di tengah perkembangan teknologi informasi," ujarnya.
Menurut dia, persaingan dalam Pilpres 2019 akan seketat sebelumnya. Apalagi, capres yang bertanding masih sama, Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
"Sebetulnya masyarakat sudah punya pilihan, ini kan
rematch dengan calon yang sama," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DRI)