Jakarta: Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menghadiri undangan open house Idulfitri 1439 Hijriyah di kantor NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan itu, Bamsoet mengaku membahas calon wakil presiden (cawapres) dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
"Kita bicara mengenai masalah kenegaraan dan masalah-masalah yang kekinian, di antaranya indikasi gerakan-gerakan radikal dan cawapres juga kita diskusikan," beber Bambang di DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Juni 2018.
Namun, ia belum mau membeberkan nama-nama yang dibahas. Sebab, kata dia, masih rahasia.
"Masih rahasia belum bisa dipublikasikan. Arahnya belum tahu sama sekali, tapi ada beberapa nama ya masih sekitar nama-nama yang beredar saja lah," ungkap dia.
Meski begitu, ia masih berharap Jusuf Kalla bisa kembali berpasangan dengan Joko Widodo. JK, kata dia, pasangan yang terbaik.
"Ya kalau saya pribadi, kita tetap pasangan yang terbaik sekarang ini adalah Jokowi-JK," ucap dia.
(Baca juga: Cawapres Jokowi Jadi Kejutan Politik)
Namun, ia mengakui hal itu tak dimungkinkan oleh undang-undang. Dalam aturan, seseorang bisa menjadi presiden dan wakil presdien hanya dua kali masa jabatan.
"Jika memungkinkan secara UU, itu bagus. Kita dorong untuk melanjutkan, tapi kalau tidak memungkinkan, ya hanya presiden lah yang tahu siapa yang bisa menggantikan posisi Pak JK," papar dia.
Bamsoet menyerahkan semuanya kepada Jokowi. Dia yakin Jokowi bisa memilih pasangan yang terbaik.
Kendati begitu, dia berpesan agar Jokowi memilih pasangan yang paham permasalahan ekonomi. "Yang pasti orang ini (capres) bisa menjawab tantangan-tantangan ekonomi ke depan. Sebab, periode kedua Pak Jokowi jika terpilih lagi tantangan terbesar adalah masalah ekonomi," tutur dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan