Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu--Antara/Rivan Awal
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu--Antara/Rivan Awal

Kekuatan Kapal Perang TNI-AL Bertambah

Media Indonesia • 31 Oktober 2017 06:43
medcom.id, Jakarta: Kekuatan kapal perang milik TNI Angkatan Laut kembali bertambah. Hal itu menyusul bergabungnya kapal I Gusti Ngurah Rai 332, setelah selesai proses produksi di PT PAL Indonesia.
 
Pengukuhan KRI I Gusti Ngurah Rai 332 dilakukan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Dermaga Divisi Kapal Niaga PT PAL Surabaya.
 
"Bergabungnya KRI I Gusti Ngurah Rai dalam Kapal Perang RI merupakan bentuk peningkatan tugas TNI-AL dalam menjaga ketahanan kelautan Indonesia," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Surabaya, Senin 30 Oktober 2017.

Baca: Alutsista TNI Harus Semakin Canggih
 
Menurutnya, bergabungnya KRI I Gusti Ngurah Rai 332 juga dimaksudkan sebagai antisipasi dan menyikapi berbagai ancaman wilayah pertahanan kelautan Indonesia.
 
Keberadaan kapal ini pun dapat menjadikan TNI AL berkelas dunia sejajar dengan negara-negara lain di dunia.
 
Menhan menambahkan bahwa kapal perang ini termasuk bagian dari perintah Presiden, untuk memperkuat posisi Indonesia di dunia maritim. Terlebih Indonesia merupakan poros maritim dunia yang harus dijaga.
 
"Keberadaan kapal ini bisa menjadi alat operasi menjaga keamanan tol laut yang menjadi program dari Presiden Jokowi," lanjut Ryamizard.
 
Peresmian kapal perang ini juga menandakan bahwa alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang dimiliki Indonesia semakin baik. Indonesia mulai bisa membuat sendiri alat pertahanan ini. "Awal-awal dulu kita beli dan alih teknologi, tapi sekarang kita mulai buat sendiri. Kita harus bangga," ucapnya.
 
Menhan meminta awak kapal untuk memahami pengoperasian kapal dan perawatannya. "Saya instruksikan kalian pengawak merawat KRI ini dengan sebaik-baiknya. Pahami pengoperasian kapal secara tepat dan benar," tandasnya.
 
Kapal I Gusti Ngurah Rai 332 merupakan hasil kerja sama PT PAL Indonesia dengan galangan kapal Belanda, Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS).
 
Spesifikasi kapal antara lain memiliki panjang 105,11 meter, lebar 14,2 meter, berkecepatan 28 knot, dan mampu berlayar sampai 5.000 nm dengan persenjataan modern yang terintegrasi dalam sistem 'Sensor Weapon Control' (Sewaco).
 
Selain itu, kapal ini mampu melakukan perang di permukaan laut, udara, bawah air, dan elektronika, serta memiliki ketahanan berlayar mencapai 20 hari.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>