Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. (Foto:ANTARA/Wahyu Putro)
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. (Foto:ANTARA/Wahyu Putro)

Kementerian Kominfo Masih Tunggu Klarifikasi Whatsapp

Nasional kominfo whatsapp menkominfo
07 November 2017 10:59
medcom.id, Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima klarifikasi resmi dari penyedia aplikasi percakapan WhatsApp terkait fitur gif yang disinyalir mengandung unsur pornografi.
 
Meskipun sejumlah media massa daring sudah mengabarkan bahwa salah satu pihak yang mengaku dari WhatsApp, namun belum ada pernyataan resmi yang diterima pemerintah.
 
"Mereka (media online) mengatakan ada PR company Whatsapp. Ya kalau memang mau muncullah, komunikasilah. Kami juga komunikasi dengan Whatsapp langsung tapi tidak ada pernyataan-pernyataan seperti itu yang mengaku juru bicara mereka," ujar Rudiantara, dalam Metro Pagi Primetime, Selasa 7 November 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rudiantara mengatakan setelah Whatsapp belum juga merespon keluhannya, Kementerian Kominfo kemudian menghubungi Facebook lantaran Whatsapp merupakan bagian dari aplikasi tersebut. Dari Facebook pemerintah mendapatkan informasi bahwa gif tidak dibuat oleh content creator Whatsapp.
 
Setelah mengejar siapa content creator yang dimaksud, pemerintah mengaku hanya bisa berkomunikasi dengan satu dari dua content creator tersebut. Mereka kemudian berjanji dalam waktu 2x24 jam akan membersihkan fitur gif dari konten-konten yang tak melanggar norma susila.
 
"Kami hanya ingin bersama-sama memperbaiki agar platform ini bersih dari konten negatif. Indonesia itu welcome, menerima kalau ada yang mau bisnis digital di Indonesia. Tapi mereka juga harus membuat nilai tambah bukan hanya memanfaatkan pasar tapi tidak bertanggung jawab," katanya.
 
Meskipun belum menerima konfirmasi resmi dari Whatsapp, nyatanya fitur gif di aplikasi perpesanan tersebut sempat tidak dapat diakses pada pagi hari ini, Rudiantara pun mengonfirmasi bahwa hal tersebut merupakan salah satu hasil kerja sama pemerintah dengan operator penyedia layanan internet.
 
"Memang Kami sudah meminta operator penyelenggara internet untuk pemblokiran DNS-nya dari kemarin. Itu mungkin sudah berjalan. Saya berterima kasih atas kerja sama teman-teman operator," katanya.
 
"Tapi tetap kami tunggu respon Whatsapp ini bagaimana karena secara moral mereka mempunyai obligasi setidaknua untuk membereskan masalah ini," jelasnya.
 

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif