Ilustrasi--Suporter Persija bersorak saat Persija melawan Persib dalam laga Indonesia Super League 2014 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (10/8). --Antara/Rosa Panggabean
Ilustrasi--Suporter Persija bersorak saat Persija melawan Persib dalam laga Indonesia Super League 2014 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (10/8). --Antara/Rosa Panggabean

Suporter Persija Tewas

Polda Metro Bakal Periksa Petugas Pengamanan Stadion GBK

Ilham wibowo • 16 Mei 2016 11:53
medcom.id, Jakarta: Polda Metro Jaya berjanji bakal mengusut tuntas tewasnya suporter Persija Muhammad Fahreza, 16. Petugas pengamanan yang berada di antara pintu VIII hingga XII Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta akan diperiksa.
 
"Antara Pintu VIII sampai XII kami cek siapa yang bertugas di situ. Katanya terjadi kerusuhan berebut masuk dan berebut tiket karena katanya tiket sudah habis," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiono di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/5/2016).
 
Awi mengatakan, Polda Metro Jaya menerjunkan tim untuk menemukan fakta yang terjadi. Selain menemui keluarga, tim tersebut juga akan mengecek lokasi kejadian.

"Klarifikasi ke keluarga korban untuk mengetahui fakta-fakta. Saksi tinggal kakaknya. Dia juga hanya mendengar cerita adiknya. Tidak melihat siapa yang mukul, ikut tawuran atau tidak," jelas Awi.
 
Evaluasi ulang pengamanan pada saat pertandingan di SUGBK Senayan Jakarta akan digelar hari ini. "Kami hari ini akan lakukan rapat evaluasi. Dalam evaluasi pertandingan sebelumnya tidak ada masalah," paparnya.
 
Menurut Awi, sebelumnya kepolisian tidak menerima laporan terkait tindakan kekerasan terhadap suporter tersebut. Sebab, pihaknya telah mengecek untuk memastikan keberadaan petugas kepolisian di lokasi keramaian. Petugas hanya mengamankan dan mengatur ketertiban.
 
"Sampai pukul 24.00 WIB kami konsolidasi tidak ada laporan itu, sehingga kami pikir tidak ada permasalahan. Evaluasi malam itu memang tidak ada masalah, lancar, yang ada anggota kami dilempar batu dua orang. Bahkan saya sendiri hampir kena batu es dan botol minuman. Memang itu risiko kami lakukan pengamanan," terang Awi.
 
Fahreza meninggal diduga akibat dianiaya oknum aparat keamanan. Peristiwa tersebut terjadi, Jumat 13 Mei, saat Fahreza ingin menyaksikan laga Persija melawan Persela di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta.
 
Kakak korban Sholeh menjelaskan, kejadian berawal saat Fahreza hendak masuk stadion bersama Suyatna alias Yatna. Yatna adalah kakak Fahreza yang nomor dua.
 
"Dia (Fahreza) yang berada di belakang Yatna tiba-tiba menghilang. Setelah dicari ternyata adik saya (Fahreza) sedang dipukul polisi," kata Sholeh, Minggu (15/5/2016).
 
Sholeh menuturkan, korban sempat pamit untuk menyaksikan laga Persija melawan Persela bersama Yatna. Setelah sampai di stadion, Yatna dan Fahreza kehabisan tiket. Buntunya, terjadi kerusuhan antara suporter Persija dengan petugas kepolisian yang mengamankan pertandingan sepakbola itu.
 
Sholeh menyebutkan korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Andika, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Zahira. Fahreza menjalani perawatan intensif selama dua hari di Rumah Sakit Marinir Cilandak, Jakarta Selatan.
 
Setelah menjalani perawatan dua hari, Fahreza meninggal di RS Marinir Cilandak pada Minggu 15 Mei pagi. Korban terluka parah pada bagian kepala, diduga akibat pukulan benda keras dan sabetan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>