Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G Plate. Foto: Dok/Metro TV
Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G Plate. Foto: Dok/Metro TV

Perakitan Satelit Satria-1 Terkena Dampak Perang Rusia-Ukraina

MetroTV • 29 Juli 2022 14:14
California: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate melakukan kunjungan kerja ke kantor Boeing Satellite dan SpaceX di Los Angeles. Johnny mengakui dampak perang Rusia-Ukraina mempengaruhi proses perakitan dan pengiriman satelit komunikasi milik Indonesia Satria-1.  
 
Pada kunjungannya Selasa, 26 Juli 2022 lalu, Johnny mengungkapkan kondisi geopolitik global sangat berdampak pada proses pabrikan dan pengiriman satelit. Satelit Satria-1 dan Nusantara-5 seharusnya dikirim ke Florida untuk diluncurkan di sana.
 
“Banyak sekali pengaruhnya tadi ada produksi chip, logistik, dan seterusnya. Tetapi satu hal yang sangat berpengaruh adalah ketersediaannya peralatan transportasi satelit,” kata Johnny usai kunjungannya ke Amerika Serikat, Selasa, 26 Juli 2022.
 
Menurut Johnny, kendala terbesar adalah pesawat yang seharusnya mengangkut satelit Satria-1 ke Florida sedang tidak tersedia hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.  
 
“Biasanya itu menggunakan pesawat terbang, pesawat pengangkut satelit itu namanya Antonov-124. Antonov-124 ini berada di Rusia dan saat ini tidak bisa terbang karena ada masalah perang,” jelas dia.
 
Pesawat pengangkut satelit yang berada di Rusia berjumlah 7 unit dan yang berada di Ukraina berjumlah 8 unit. Tetapi dari delapan unit tersebut, satu unit hancur akibat perang. Sehingga di Ukraina pun tersisa 7 pesawat.  
 
Sebanyak 4 dari 7 pesawat pengangkut di Ukraina sedang sibuk melayani kebutuhan seluruh dunia. Sementara 3 unit lagi tertahan di Ukraina dan tidak memungkinkan untuk beroperasi dalam waktu dekat.
 
“Di Ukraina ada 8, dan 1 sudah hancur itu Antonov-225. 3 nya tertahan di Ukraine. Ada 4 yang saat ini melayani seluruh dunia jadi ketersediaannya sangat terbatas,” kata dia.  
 
Satelit Satria-1 perlu diangkut dari Hughes, Perancis dan satelit Nusantara-5 perlu diangkut dari Pasadena, Amerika Serikat. Akibat kendala transportasi udara, akhirnya para stakeholders bersepakat untuk mengatur pengiriman lewat darat dan laut.  (Annisa Ambarwaty)
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif