medcom.id, Jakarta: Bong Dju Han, 52, meninggal setelah bermain wahana air di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta, kemarin. Bong diduga meninggal karena sakit.
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Kepulauan Seribu Iptu Ferry Budiharso mengatakan Bong bersama keluarga berlibur di Pulau Tidung. Saat itu, korban dan keluarga snorkling.
"Pukul 15.00 WIB, korban bersama keluarga melanjutkan kegiatannya mampir di area jembatan cinta Pulau Tidung untuk bermain watersport," kata Ferry melalui keterangan tertulis, Jumat 30 Juni 2017.
Sekitar pukul 15.30, korban bersama keluarga bermain watersport jenis sofa boat. Belum puas, dia dan keluarga mencoba wahana banana boat.
Nahas, korban tiba-tiba tersungkur dan tak sadarkan diri dalam keadaan telungkup. Melihat kejadian itu, pengelola wahana langsung memberikan pertolongan kepada korban.
"Korban sempat muntah saat dipompa dada dan diberi napas buatan oleh keluarganya. Namun, korban meninggal dalam perjalanan menuju puskesmas terdekat," ujarnya.
Dari keterangan sang istri, korban diketahui memiliki penyakit darah tinggi dan kolestrol. Keluarga ikhlas dan tidak akan menuntut pengelola travel.
"Jenazah korban dipulangkan semalam, dibawa ke Jakarta tujuan Kaliadem, menggunakan KM Jaguar Express," pungkas Bong.
medcom.id, Jakarta: Bong Dju Han, 52, meninggal setelah bermain wahana air di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta, kemarin. Bong diduga meninggal karena sakit.
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Kepulauan Seribu Iptu Ferry Budiharso mengatakan Bong bersama keluarga berlibur di Pulau Tidung. Saat itu, korban dan keluarga
snorkling.
"Pukul 15.00 WIB, korban bersama keluarga melanjutkan kegiatannya mampir di area jembatan cinta Pulau Tidung untuk bermain
watersport," kata Ferry melalui keterangan tertulis, Jumat 30 Juni 2017.
Sekitar pukul 15.30, korban bersama keluarga bermain
watersport jenis sofa
boat. Belum puas, dia dan keluarga mencoba wahana banana boat.
Nahas, korban tiba-tiba tersungkur dan tak sadarkan diri dalam keadaan telungkup. Melihat kejadian itu, pengelola wahana langsung memberikan pertolongan kepada korban.
"Korban sempat muntah saat dipompa dada dan diberi napas buatan oleh keluarganya. Namun, korban meninggal dalam perjalanan menuju puskesmas terdekat," ujarnya.
Dari keterangan sang istri, korban diketahui memiliki penyakit darah tinggi dan kolestrol. Keluarga ikhlas dan tidak akan menuntut pengelola travel.
"Jenazah korban dipulangkan semalam, dibawa ke Jakarta tujuan Kaliadem, menggunakan KM Jaguar Express," pungkas Bong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)