Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Alasan Pemerintah Gunakan Istilah PPKM Ketimbang PSBB

Nasional Virus Korona PSBM
Nur Azizah • 08 Januari 2021 11:48
Jakarta: Pemerintah memberlakukan pengetatan di Jawa-Bali mulai 11-25 Januari 2020. Pemerintah memilih menggunakan istilah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ketimbang pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
 
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan istilah PSBB terkesan masif dan terjadi di seluruh wilayah. Padahal, pembatasan hanya berlaku di sejumlah kota.
 
"Kalau PSBB nanti kesannya skala masif seluruh Pulau Jawa dan Bali. Padahal kan tidak," kata Tito di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tito mengatakan pembatasan aktivitas merupakan wewenang tiap kepala daerah. Mereka yang menentukan wilayah-wilayah yang akan menerapkan PPKM.
 
"Tentu dengan mempertimbangkan data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing," kata Tito.
 
(Baca: Jawa dan Bali Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro)
 
Pembatasan untuk menekan penularan covid-19 di Tanah Air. Pembatasan berpotensi diterapkan di seluruh wilayah DKI Jakarta. Sebab, tingkat keterpakaian tempat tidur di rumah sakit di Ibu Kota melebihi 70 persen.
 
Sementara itu, di Jawa Barat pembatasan di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi. Pembatasan wilayah Jawa Barat di luar Jabodetabek; Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Cimahi.
 
Khusus Provinsi Banten pembatasan berlaku di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Tangerang Raya. Lalu, di Jawa Tengah; Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya.
 
Sementara itu, pembatasan di Yogyakarta; Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, dan Kulon Progo. PPKM juga diberlakukan di Jawa Timur.
 
Meliputi Kota Malang dan Surabaya Raya. Sedangkan Provinsi Bali; Denpasar dan Kabupaten Badung.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif