Ilustrasi medcom.id
Ilustrasi medcom.id

Sriwijaya Air Jatuh Gara-gara Cuaca Ekstrem? Begini Kata Ahli

Nasional peristiwa Sriwijaya Air Jatuh Pesawat Sriwijaya Air Sriwijaya Air SJ182 Sriwijaya Air Jakarta to Pontianak
Patrick Pinaria • 12 Januari 2021 12:42
Jakarta: Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 mengalami nasib nahas pada Sabtu 10 Januari. Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak itu terjatuh dan hancur di perairan Kepulauan Seribu.
 
Belum diketahui apa yang menjadi penyebab pesawat itu terjatuh. Berbagai analisis mengenai hal tersebut masih terus menjadi perbincangan. Teranyar, ada dugaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 bisa terjatuh karena faktor cuaca.
 
Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) mencoba untuk angkat bicara terkait hal tersebut. Menurut laporan mereka, tidak ada cuaca ekstrem ketika pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sudah terbang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tampak berawan, tetapi tidak ada indikasi kondisi ekstrem," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin kepada ANTARA, Jakarta, Selasa, 12 Januari 2021.
 
Kondisi itu pun sudah dideteksi Lapan melalui aplikasi Sadewa (Satellite-based Disaster Early Warning System). Dalam aplikasi tersebut, mereka menggunakan Satelit Himawari-8 9 (awan tumbuh) dan model WRF (angin dan hujan).
 
Thomas mengaku ada proses pembentukan sistem konveksi alias ketidakstabilan cuaca di sekitar titik kejadian. Namun, ia menilai konveksi itu tidak menyebabkan kondisi ekstrem.
 
"Dinamika atmosfer ini mempengaruhi pesawat yang melintas, tetapi belum tentu menjadi penyebab jatuhnya pesawat," ujarnya.
 
Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 hilang kontak pada Sabtu 9 Januari, pukul 14.40 WIB. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu baru lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
 
Pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 masih dilakukan tim SAR. Mereka pun dikabarkan sudah menemukan TKP pesawat terjatuh.
 
Laporan teranyar menyebutkan posisi terakhir pesawat ditemukan di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Di dalam pesawat tersebut terdapat 62 orang yang di antaranya adalah 50 penumpang dan 12 kru.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif