Ilustrasi sisik trenggiling. Antara/Muhammad Arif Pribadi
Ilustrasi sisik trenggiling. Antara/Muhammad Arif Pribadi

KLHK Gagalkan Transaksi Perdagangan Sisik Trenggiling di Jambi

Nasional satwa dilindungi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Media Indonesia • 16 Oktober 2020 07:26
Jakarta: S, 33, yang membawa 24,5 kilogram sisik trenggiling (Manis javanicus) ditangkap di Jalan Lintas Sumatera, Desa Bukit Tigo, Singkut, Sarolangun, Jambi, pada Rabu, 14 Oktober 2020, tengah malam. Pelaku perdagangan satwa dilindungi itu ditangkap tim Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatra.
 
”Kami akan terus meningkatkan upaya pemantauan aktivitas perdagangan satwa dilindungi, baik secara langsung maupun online dan mengungkap jaringan perdagangan hingga ke akarnya,” kata Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatra, Eduward Hutapea, dilansir Media Indonesia, Jumat, 16 Oktober 2020.
 
S mengendarai sepeda motor membawa sisik trenggiling yang dikemas di dalam karung dan kotak karton masing-masing seberat 16,9 kilogram dan 7,6 kilogram. Dia mengaku janji bertemu dengan pembeli yang dikenalnya dari media sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"S menyepakati harga sisik trenggiling Rp3,7 juta per kilogram. Pembeli sudah mentransfer uang muka dan sisanya akan diberikan saat transaksi," sebutnya.
 
S mengakui berburu trenggiling di kebun sekitar rumahnya di Sungai Kudis dan DAM Kutur. S kemudian menyembelih, memakan daging trenggiling dan menjual sisiknya melalui media sosial karena tergiur dengan harga yang tinggi.
 
"Penyidik masih memeriksa untuk mengungkap jaringan perdagangan dan sumber sisik trenggiling," papar Eduward.
 
Penyidik akan menjerat S dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Dia terancam dipidana penjara 5 tahun dan denda Rp100 juta.
 
Trenggiling masuk dalam daftar Appendix II CITES, daftar spesies dilindungi terancam punah yang tidak boleh diperdagangkan antarnegara. Di Indonesia, trenggiling hidup di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif