Jakarta: Sistem persinyalan kereta api memiliki peran penting dalam mengatur lalu lintas kereta api. Perannya sama dengan rambu-rambu lalu lintas di jalan raya, yakni untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api.
“Peralatan Persinyalan Perkeretaapian adalah fasilitas operasi kereta api yang berfungsi memberi petunjuk atau isyarat berupa warna, cahaya atau informasi lainnya dengan arti tertentu,” tulis penjelasan di laman Direktorat Jenderal Perkeretaapian seperti dikutip Medcom.id, Jumat 5 Januari 2024.
Jenis Sinyal Perkeretaapian
Terdapat dua jenis sinyal pada perkeretaapian, yaitu sinyal elektrik dan sinyal mekanik. Berikut ini penjelasan lengkapnya:
1. Sinyal Elektrik
Sinyal elektrik adalah isyarat lampu seperti halnya lampu lalu lintas untuk mengatur jalan atau tidak jalannya kereta api. Sinyal ini terdiri dari tiga sinyal, yaitu:
Sinyal Masuk
Sinyal Berangkat
Sinyal Muka
Pada sinyal berangkat terbagi menjadi 3 aspek, yaitu
Aspek berjalan dengan indikasi lampu hijau.
Aspek berjalan hati-hati dengan indikasi lampu kuning.
Aspek berhenti dengan indikasi lampu merah.
2. Sinyal Mekanik
Sesuai namanya perangkat sinya ini digerakan secara mekanik. Sinyal mekanik ini berbentuk papan atau lengan semapur yang dinaikan atau diturunkan untuk memberi perintah kepada masinis kereta api.
Sistem ini masih digunakan di Indonesia pada lintasan dengan frekuensi yang rendah namun mulai ditinggalkan dan digantikan dengan sistem yang lebih modern.
Sinyal mekanik juga dibagi menjadi dua jenis. Pertama peralatan dalam ruangan diantaranya interlocking mekanik dan pesawat blok.
Kedua peralatan luar ruangan diantaranya peraga sinyal mekanik, penggerak wesel mekanik, petunjuk kedudukan wesel mekanik, penghalang sarana dan media transmisi atau saluran kawat.
Kondisi sistem persinyalan kereta api di Indonesia sekitar 60% masih berupa sistem persinyalan mekanik dan sisanya 40% merupakan sistem persinyalan elektrik. Dari 529 stasiun di seluruh Indonesia, sistem persinyalan pada 316 stasiun masih berupa sistem sinyal mekanik dan 213 stasiun berupa sistem sinyal elektrik.
Petugas yang Mengoperasikan Persinyalan Kereta Api
Sistem persinyalan perkeretaapian dipoerasikan oleh petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA). Petugas PPKA ini bertanggungjawab mengoperasikan perjalanan kereta api yang dimulai dari stasiun keberangkatan, bersilang, bersusulan, dan berhenti di stasiun tujuan diatur berdasarkan grafik perjalanan kereta api.
Karena memiliki tugas yang vital dalam menjamin keselamatan dan ketertiban perjalanan Kereta Api, petugas PPKA ini harus memiliki disiplin tinggi dan keahlian khusus untuk mengatur dan melakukan tindakan.
Jakarta: Sistem
persinyalan kereta api memiliki peran penting dalam mengatur lalu lintas kereta api. Perannya sama dengan rambu-rambu lalu lintas di jalan raya, yakni untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api.
“Peralatan Persinyalan Perkeretaapian adalah fasilitas operasi kereta api yang berfungsi memberi petunjuk atau isyarat berupa warna, cahaya atau informasi lainnya dengan arti tertentu,” tulis penjelasan di laman Direktorat Jenderal Perkeretaapian seperti dikutip Medcom.id, Jumat 5 Januari 2024.
Jenis Sinyal Perkeretaapian
Terdapat dua jenis sinyal pada perkeretaapian, yaitu
sinyal elektrik dan sinyal mekanik. Berikut ini penjelasan lengkapnya:
1. Sinyal Elektrik
Sinyal elektrik adalah isyarat lampu seperti halnya lampu lalu lintas untuk mengatur jalan atau tidak jalannya kereta api. Sinyal ini terdiri dari tiga sinyal, yaitu:
- Sinyal Masuk
- Sinyal Berangkat
- Sinyal Muka
Pada sinyal berangkat terbagi menjadi 3 aspek, yaitu
- Aspek berjalan dengan indikasi lampu hijau.
- Aspek berjalan hati-hati dengan indikasi lampu kuning.
- Aspek berhenti dengan indikasi lampu merah.
2. Sinyal Mekanik
Sesuai namanya perangkat sinya ini digerakan secara mekanik. Sinyal mekanik ini berbentuk papan atau lengan semapur yang dinaikan atau diturunkan untuk memberi perintah kepada masinis kereta api.
Sistem ini masih digunakan di Indonesia pada lintasan dengan frekuensi yang rendah namun mulai ditinggalkan dan digantikan dengan sistem yang lebih modern.
Sinyal mekanik juga dibagi menjadi dua jenis. Pertama peralatan dalam ruangan diantaranya interlocking mekanik dan pesawat blok.
Kedua peralatan luar ruangan diantaranya peraga sinyal mekanik, penggerak wesel mekanik, petunjuk kedudukan wesel mekanik, penghalang sarana dan media transmisi atau saluran kawat.
Kondisi sistem persinyalan kereta api di Indonesia sekitar 60% masih berupa sistem persinyalan mekanik dan sisanya 40% merupakan sistem persinyalan elektrik. Dari 529 stasiun di seluruh Indonesia, sistem persinyalan pada 316 stasiun masih berupa sistem sinyal mekanik dan 213 stasiun berupa sistem sinyal elektrik.
Petugas yang Mengoperasikan Persinyalan Kereta Api
Sistem persinyalan perkeretaapian dipoerasikan oleh petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA). Petugas PPKA ini bertanggungjawab mengoperasikan perjalanan kereta api yang dimulai dari stasiun keberangkatan, bersilang, bersusulan, dan berhenti di stasiun tujuan diatur berdasarkan grafik perjalanan kereta api.
Karena memiliki tugas yang vital dalam menjamin keselamatan dan ketertiban perjalanan Kereta Api, petugas PPKA ini harus memiliki disiplin tinggi dan keahlian khusus untuk mengatur dan melakukan tindakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)