Jakarta: Kolaborasi klinis lintas negara antara PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (Mayapada Healthcare, IDX: SRAJ) dan raksasa kesehatan India, Apollo Hospitals, memasuki babak baru. Mereka berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai pusat layanan kesehatan berstandar global, dengan fokus utama pada pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH).
MABIH diproyeksikan menjadi rumah sakit internasional swasta pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan mampu mengubah peta perjalanan medis masyarakat Indonesia yang selama ini kerap berobat ke luar negeri.
Fokus utama kerja sama ini adalah implementasi ProHealth, sebuah layanan kesehatan preventif berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu memprediksi risiko penyakit tidak menular secara akurat.
Selain teknologi, penguatan sumber daya manusia menjadi pilar utama. Melalui Medvarsity, institusi pendidikan kesehatan terbesar di Asia milik Apollo, para perawat Mayapada akan mendapatkan pelatihan intensif di bidang layanan kegawatdaruratan dan perawatan kritis.
"Rangkaian kunjungan ini mencerminkan keseriusan kami dalam membangun ekosistem kesehatan yang terintegrasi dan berdaya saing global," kata Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare Navin Sonthalia.
Ia menambahkan Nota kesepahaman (MoU) sudah ditandatangani di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS). Dukungan BP Batam sangat krusial dalam memperkuat posisi Batam sebagai destinasi investasi kesehatan regional.
Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, menekankan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk komitmen jangka panjang dalam transfer pengetahuan.
"Kami menggabungkan infrastruktur Mayapada dengan keunggulan global Apollo untuk mewariskan keunggulan klinis bagi generasi tenaga kesehatan Indonesia," tuturnya.
Investasi ini juga mencakup pembangunan Tower 3 MHJS yang digadang-gadang akan menjadi rumah sakit swasta terbesar di Indonesia. Tower ini akan dilengkapi teknologi mutakhir seperti Digital PET Scan, SPECT-CT, layanan kedokteran nuklir, hingga bedah robotik.
Duta Besar India, Sandeep Chakravorty, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini sebagai langkah mempererat hubungan bilateral kedua negara di sektor kesehatan.
Joint Managing Director Apollo Hospitals Group Sangita Reddy, optimis bahwa kemitraan ini akan memperluas akses layanan berkualitas tinggi bagi masyarakat Indonesia. "Kami ingin saling melengkapi dalam memajukan layanan kesehatan yang kini semakin kompleks," katanya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah Indonesia, termasuk kunjungan resmi ke Wakil Presiden RI dan disaksikan oleh Menteri Kesehatan, proyek MABIH di KEK Batam diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat kemandirian layanan kesehatan dalam negeri.
Jakarta: Kolaborasi klinis lintas negara antara PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (Mayapada Healthcare, IDX: SRAJ) dan raksasa kesehatan India, Apollo Hospitals, memasuki babak baru. Mereka berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai pusat
layanan kesehatan berstandar global, dengan fokus utama pada pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital (MABIH).
MABIH diproyeksikan menjadi rumah sakit internasional swasta pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan mampu mengubah peta perjalanan medis masyarakat Indonesia yang selama ini kerap berobat ke luar negeri.
Fokus utama kerja sama ini adalah implementasi ProHealth, sebuah layanan kesehatan preventif berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu memprediksi risiko penyakit tidak menular secara akurat.
Selain teknologi, penguatan sumber daya manusia menjadi pilar utama. Melalui Medvarsity, institusi pendidikan kesehatan terbesar di Asia milik Apollo, para perawat Mayapada akan mendapatkan pelatihan intensif di bidang layanan kegawatdaruratan dan perawatan kritis.
"Rangkaian kunjungan ini mencerminkan keseriusan kami dalam membangun ekosistem kesehatan yang terintegrasi dan berdaya saing global," kata Presiden Direktur & CEO Mayapada Healthcare Navin Sonthalia.
Ia menambahkan Nota kesepahaman (MoU) sudah ditandatangani di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS). Dukungan BP Batam sangat krusial dalam memperkuat posisi Batam sebagai destinasi investasi kesehatan regional.
Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, menekankan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk komitmen jangka panjang dalam transfer pengetahuan.
"Kami menggabungkan infrastruktur Mayapada dengan keunggulan global Apollo untuk mewariskan keunggulan klinis bagi generasi tenaga kesehatan Indonesia," tuturnya.
Investasi ini juga mencakup pembangunan Tower 3 MHJS yang digadang-gadang akan menjadi rumah sakit swasta terbesar di Indonesia. Tower ini akan dilengkapi teknologi mutakhir seperti Digital PET Scan, SPECT-CT, layanan kedokteran nuklir, hingga bedah robotik.
Duta Besar India, Sandeep Chakravorty, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini sebagai langkah mempererat hubungan bilateral kedua negara di sektor kesehatan.
Joint Managing Director Apollo Hospitals Group Sangita Reddy, optimis bahwa kemitraan ini akan memperluas akses layanan berkualitas tinggi bagi masyarakat Indonesia. "Kami ingin saling melengkapi dalam memajukan layanan kesehatan yang kini semakin kompleks," katanya.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah Indonesia, termasuk kunjungan resmi ke Wakil Presiden RI dan disaksikan oleh Menteri Kesehatan, proyek MABIH di KEK Batam diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat kemandirian layanan kesehatan dalam negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)