Aksi #MenujuIndonesiaBangkrut. Foto: Instagram/bemui_official
Aksi #MenujuIndonesiaBangkrut. Foto: Instagram/bemui_official

Ini 5 Tuntutan yang Dibawa Massa Aksi #MenujuIndonesiaBangkrut

Annisa ayu artanti • 12 Juni 2026 17:42
Ringkasnya gini..
  • Mahasiswa menggelar aksi #MenujuIndonesiaBangkrut dengan fokus pada isu ekonomi dan kebijakan pemerintah.
  • Lima tuntutan meliputi APBN, harga BBM, kebutuhan pokok, MBG, dan militerisme di ranah sipil.
  • Sterilisasi Bundaran Hotel Indonesia (HI) dari aktivitas unjuk rasa didasari oleh kajian teknik serta analisis dampak sosial yang mendalam di lapangan.
Jakarta: Gelombang aksi mahasiswa kembali mewarnai Jakarta pada hari ini. Massa aksi yang mengusung tagar #MenujuIndonesiaBangkrut turun ke jalan untuk menyampaikan berbagai tuntutan terkait kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, hingga isu tata kelola pemerintahan.
 
Mengutip dari aku Instagram bemui_official, aksi berlangsung hari ini, Jumat, 12 Juni 2026. Aksi dimulai dari Lapangan FISIP UI lalu menuju Bundaran HI.
 
Aksi tersebut muncul di tengah berbagai dinamika ekonomi yang menjadi perhatian publik, mulai dari pergerakan nilai tukar rupiah, harga kebutuhan pokok, hingga kondisi lapangan kerja yang dinilai semakin menantang.

5 Tuntutan Mahasiswa dalam Aksi #MenujuIndonesiaBangkrut

Berikut lima tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut:

1. Setop Pemborosan APBN
2. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM
3. Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
4. Hentikan Militerisme di Ranah Sipil
5. Prabowo Berhenti Mengelak dan Mengakui Kesalahannya
 
Baca juga: Akses ke Gambir Berpotensi Padat, KAI Tambah Pemberhentian di Jatinegara

Sterilisasi Bundaran HI

Meski titik lokasi aksi terdapat di Bundaran HI, banyak mahasiswa tidak bisa menuju titik tersebut. Melansir Antara, Jumat, 12 Juni 2026, Polda Metro Jaya menjelaskan keputusan untuk mensterilkan kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dari aktivitas unjuk rasa didasari oleh kajian teknik serta analisis dampak sosial yang mendalam di lapangan.
 
​Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat, menyatakan bahwa poros Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin merupakan episentrum atau roda penggerak utama sirkulasi kendaraan di ibu kota.
 
​"Konsentrasi massa di titik tersebut berisiko tinggi memicu kelumpuhan total lalu lintas yang berdampak domino hingga ke jalur-jalur arteri di sekitarnya," kata Budi.
 
​Selain sebagai jalur utama kendaraan, kepolisian mencatat kawasan Bundaran HI kini telah berkembang menjadi hub atau pusat transportasi massal yang sangat strategis.
 
"Di lokasi tersebut, terdapat Stasiun MRT Jakarta dan halte integrasi Transjakarta yang menjadi tumpuan mobilitas ratusan ribu kaum komuter setiap harinya,​ gangguan pada titik ini dinilai akan langsung memotong akses transportasi publik warga yang hendak bekerja atau beraktivitas," ucapnya.
 
​Tidak hanya dari sisi mobilitas, kawasan Bundaran HI juga merupakan zona objek vital ekonomi nasional serta pusat perhotelan internasional.
 
Polisi menilai stabilitas keamanan dan kenyamanan di area tersebut harus dijaga bersama demi menjaga citra serta perputaran ekonomi di jantung kota.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>